Tips Latihan Lari Pemula agar Siap Ikut Event Pertama Tanpa Cedera

5 hours ago 1

Senin, 30 Maret 2026 - 21:00 WIB

VIVA –Dalam beberapa tahun terakhir, lari telah menjadi olahraga yang semakin digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Popularitas ini mendorong munculnya banyak komunitas lari yang aktif dan terus berkembang. Seiring dengan itu, berbagai event lari pun semakin marak diselenggarakan, mulai dari lari santai hingga ajang marathon berskala internasional yang diikuti oleh banyak peserta.

Bagi pemula yang ingin mulai terjun ke dunia lari sekaligus mencoba mengikuti event lari, ada beberapa tips yang bisa diperhatikan agar pengalaman berlari menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Apa saja? Simak tipsnya dari atlet lari nasional, Odekta Elvina Naibaho saat ditemui di kawasan Senayan Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diungkap oleh Odekta untuk mereka yang baru pertama kali ingin mencoba event lari pastikan untuk mempersiapkan diri dengan berlatih lari. Untuk porsi latihannya pun kata Odekta mesti konsisten dan menyesuaikan dengan kemampuan diri.

“Buat teman-teman pemula, saya sarankan mulai aja dulu. Nikmati, disiplin, konsisten, jangan nge-push diri, ikutin irama dan pace masing-masing. Kalau ngikutin pace orang lain, nggak boleh berkaca pada pace orang lain, sesederhana itu lari. Nikmati prosesnya, konsisten, disiplin dan ikutin pace masing-masing. Jadi teman-teman yang pelari harus dimulai dari aja dulu dengan di depan rumah harian 20 menit, besoknya naik 25 menit,” kata dia, Senin 30 Maret 2026.

Terkait waktu ideal untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti lomba lari, Odekta menyebutkan bahwa latihan sebaiknya dimulai tiga bulan sebelum event untuk kategori lari biasa, dan enam bulan bagi mereka yang ingin mengikuti marathon.

“Tiga bulan kalau marathon enam bulan. Jadi kita sebagai pelari harus mempersiapkan diri berlatih dari sekarang. Ketika ada event yang ingin diikuti harus dipersiapkan,” sambung dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Odekta juga mengimbau bagi mereka yang ingin mengikuti event lari untuk memperhatikan periodisasi latihan. Ia menekankan bahwa menjelang hari perlombaan, khususnya dalam tujuh hari terakhir (H-7), pelari tidak disarankan melakukan latihan secara ekstrem.

“Bagi teman-teman pemula yang baru 7 hari mengenal lari tiba-tiba mau ikut race atau mau ikut teman event, saya kira bisa aja ikut. Tapi harus tau posisinya, kemampuannya dan nggak boleh menjelang race itu nge-push dalam 7 hari ke depan. Misalnya minggu dari senin kita lari kita push over training. Di atlet ada periodisasi dimana H-3 ke event itu kita kurangi volumenya. Artinya bagi teman-teman pelari harus kondisikan badannya,” kata dia.

Halaman Selanjutnya

Selain berlatih, mempersiapkan sepatu dan pakaian olahraga juga penting. Dia menyebut untuk sepatu tidak boleh menggunakan sepatu yang baru. Demikian juga dengan baju, alasannya agar untuk mencegah terjadinya lecet atau

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |