Jakarta, VIVA – Polisi mengungkap praktik peredaran obat keras daftar G dan psikotropika ilegal yang beroperasi dengan modus berkedok toko plastik di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial A alias BOY (26) yang diduga menjual berbagai jenis obat keras tanpa izin edar.
Pengungkapan kasus ini dilakukan jajaran Polsek Kalideres setelah menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah toko plastik yang berada di Jalan Daan Mogot, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kapolsek Kalideres Kompol Rihold mengatakan pengungkapan bermula dari keresahan warga yang menduga lokasi tersebut menjadi tempat penjualan bebas obat keras daftar G.
“Menindaklanjuti informasi masyarakat, anggota Unit Resnarkoba Polsek Kalideres langsung mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan di dalam toko plastik tersebut,” ujar Rihold di Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.
Obat Keras Disimpan Rapi untuk Kelabui Petugas
Saat dilakukan penggeledahan di dalam toko, polisi menemukan berbagai jenis obat keras dan psikotropika yang disimpan secara tersembunyi untuk mengelabui petugas.
Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Rachmad Wibowo menjelaskan obat-obatan tersebut diduga diperjualbelikan secara ilegal tanpa izin edar resmi.
Menurut dia, toko plastik itu dijadikan kedok agar aktivitas penjualan obat-obatan ilegal tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat maupun aparat penegak hukum.
“Petugas menemukan berbagai jenis obat keras dan psikotropika tanpa izin edar yang disimpan rapi di dalam toko plastik tersebut untuk mengelabui petugas,” kata Rachmad.
Dalam pengungkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka.
Polisi Sita Tramadol hingga Psikotropika
Dari hasil penggerebekan, aparat menyita ratusan butir obat keras dan psikotropika yang diduga siap diedarkan.
Berikut barang bukti yang diamankan polisi:
701 butir Tramadol
432 butir Hexymer
Psikotropika jenis Alprazolam
Diazepam
Lorazepam
Clonazepam
Methylphenidate
Uang tunai hasil penjualan sebesar Rp337 ribu
Satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk transaksi
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Polisi menduga tersangka telah menjalankan aktivitas tersebut dalam kurun waktu tertentu dengan memanfaatkan toko plastik sebagai lokasi penyimpanan sekaligus penjualan obat-obatan ilegal.
“Tersangka berikut barang bukti langsung kami bawa ke Polsek Kalideres guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” jelas Rachmad.
Halaman Selanjutnya
Polisi Dalami Jaringan Peredaran Obat Ilegal

1 week ago
6














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)