Tradisi Beresin Lemari Jelang Lebaran, Baju Layak Pakai Harus Diapain Ya?

2 weeks ago 11

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:29 WIB

Jakarta, VIVA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, suasana rumah tangga di berbagai daerah kerap diwarnai aktivitas bersih-bersih besar. Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum refleksi dan penataan ulang kehidupan, termasuk lingkungan tempat tinggal. 

Tradisi merapikan rumah dan membereskan lemari pakaian menjadi bagian yang hampir tak terpisahkan dari persiapan Lebaran. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk menyortir barang, memilah pakaian lama, hingga menata ulang ruang agar terasa lebih lapang dan nyaman saat menyambut tamu.

Kegiatan ini bukan hanya soal estetika atau kerapian semata. Membersihkan dan menata ulang isi rumah menghadirkan rasa segar, sekaligus simbol kesiapan menyambut hari kemenangan dengan hati dan ruang yang lebih bersih. 

Lemari pakaian, khususnya, sering kali menjadi fokus utama. Tumpukan baju yang jarang dipakai, pakaian yang sudah tidak muat, atau busana yang terlupakan di sudut rak kembali diperiksa satu per satu. Dari proses inilah muncul pertanyaan klasik: pakaian yang masih layak pakai, sebaiknya diapakan?

Decluttering: Dari Sekadar Merapikan ke Aksi Bermakna

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah decluttering semakin populer. Konsep ini tidak hanya berarti menyingkirkan barang yang tidak terpakai, tetapi juga menata ulang kepemilikan secara lebih sadar. 

Decluttering mendorong seseorang untuk mengevaluasi kebutuhan, mengurangi penumpukan, dan memastikan setiap barang yang dimiliki benar-benar memiliki fungsi.

Lebih jauh, proses memilah pakaian bisa menjadi langkah sosial yang berdampak. Alih-alih berakhir di tempat sampah, baju yang masih layak pakai dapat didonasikan kepada mereka yang membutuhkan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan cara ini, pakaian tidak berhenti sebagai barang pribadi, melainkan menjadi bagian dari siklus manfaat yang lebih luas. Mengajak masyarakat melihat pakaian bukan sekadar benda yang disimpan atau dibuang, melainkan sesuatu yang bisa diperpanjang usia pakainya, diperbaiki, bahkan dibagikan kembali, menjadi langkah penting menuju konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Pendekatan ini selaras dengan filosofi LifeWear yang diperkenalkan oleh UNIQLO. Konsep tersebut menekankan pentingnya menghadirkan pakaian esensial yang berkualitas dan tahan lama, sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu panjang. Dengan kualitas yang baik, pakaian tidak mudah rusak dan tidak cepat menjadi limbah tekstil. Hal ini mendukung praktik konsumsi yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya

Memperpanjang Siklus Hidup Pakaian

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |