Minggu, 1 Maret 2026 - 07:00 WIB
VIVA –Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari Sabtu mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei masih hidup “sejauh yang saya ketahui,” dalam sebuah wawancara dengan NBC News.
"Hampir semua pejabat selamat dan sehat serta masih hidup. Kita mungkin kehilangan satu atau dua komandan, tetapi itu bukan masalah besar," katanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketika ditanya tentang pernyataan Presiden AS Donald Trump yang direkam sebelumnya setelah serangan tersebut, Araghchi menyebut upaya perubahan rezim sebagai "Misi Mustahil."
"Anda tidak dapat melakukan perubahan rezim sementara jutaan orang mendukung rezim yang disebut-sebut ini," katanya, menambahkan bahwa Teheran "tentu tertarik untuk mengurangi ketegangan."
Araghchi menambahkan bahwa saat ini pihaknya tidak ada komunikasi apapun dengan AS. "Tetapi jika Amerika ingin berbicara dengan kami, mereka tahu caranya."
Presiden Donald Trump selama beberapa minggu telah memberi sinyal bahwa AS tertarik untuk melihat perubahan rezim di Iran, tetapi belum memberikan detail pemikiran Washington tentang siapa yang dapat memimpin negara tersebut.
Dalam pidatonya pagi hari Sabtu, Trump menggambarkan Teheran sebagai "rezim teroris" dan mendorong rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan, dengan mengatakan bahwa serangan militer AS akan membuka jalan bagi pemberontakan.
Pada Sabtu pagi, Kementerian Pertahanan Israel mengatakan bahwa mereka meluncurkan serangan terhadap Iran dan menetapkan status darurat di seluruh wilayahnya.
Beberapa waktu kemudian, Amerika Serikat (AS) juga melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran Iran dari udara dan laut, menurut laporan Reuters pada Sabtu mengutip seorang pejabat AS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai aksi balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi peluncuran gelombang pertama serangan roket terhadap Israel. Teheran meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel sebagai tanggapan atas agresi rezim Zionis tersebut terhadap Iran.
Serangan balasan Iran juga menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Siap-siap Harga Minyak Dunia Naik Tajam Imbas Serangan AS-Israel ke Iran
Pasar minyak dunia diperkirakan akan mengalamk fluktuasi pada minggu depan imbas serangan AS dan Israel ke Iran yang akan memaksa penutupan Selat Hormuz.
VIVA.co.id
1 Maret 2026

1 week ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
