Senin, 23 Maret 2026 - 15:00 WIB
VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Israel Isaac Herzog, pada Minggu 22 Maret waktu setempat. Ia menyebut Herzog lemah dan menyedihkan serta menuduhnya berbohong soal janji untuk memberikan pengampunan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
“Ia berkali-kali bilang kepada saya, lebih dari sekali, bahwa ia akan mengampuni dia, tapi ternyata ia berbohong,” ujar Trump kepada Channel 14 Israel dan dikutip ulang dari laman Anadolu Ajensi, Senin 23 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia juga menambahkan bahwa Herzog bukan seorang pemimpin.
Lebih lanjut Trump berpendapat bahwa persidangan kasus korupsi yang sedang dihadapi Netanyahu justru mengalihkan perhatian dari upaya perang.
“Bibi perlu fokus ke perang, bukan ke hal-hal yang tidak penting,” katanya.
Trump terus menekan isu ini. Sebelumnya, ia juga pernah menyebut Herzog sebagai orang yang lemah dan tidak berguna serta menuduhnya memanfaatkan isu pengampunan sebagai alat politik.
Seorang pejabat senior Israel membantah pernyataan Trump. Ia mengatakan Herzog tidak pernah membuat janji seperti itu, dan telah memberi tahu penasihat Trump bahwa setiap permintaan akan dipertimbangkan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Netanyahu sendiri menghadapi tuduhan korupsi dalam negeri yang sudah berlangsung lama. Kasus ini berkaitan dengan dugaan penerimaan berbagai keuntungan dan fasilitas sebagai imbalan atas kebijakan regulasi, tindakan legislasi, serta dukungan diplomatik kepada para pengusaha kaya dan pemilik media.
Terkait perang dengan Iran, Trump menolak menjelaskan apakah pasukan AS berencana menargetkan atau menguasai infrastruktur minyak dan gas Iran. Dirinya hanya mengatakan bahwa saat ini ia belum bisa memberikan jawaban.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai informasi, serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran dilaporkan dimulai pada 28 Februari dan telah menewaskan sedikitnya 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menyasar Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Kuba Siaga Militer Antisipai Serangan AS
Kuba sedang bersiap menghadapi kemungkinan agresi militer dari Amerika Serikat. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Kuba dalam sebuah wawancara.
VIVA.co.id
23 Maret 2026

11 hours ago
6











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
