Minggu, 1 Maret 2026 - 11:13 WIB
VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas dalam serangan gabungan Amerika dan Israel.
Citra satelit menunjukkan kerusakan pada kompleks kediaman Khamenei di Teheran pada Sabtu pagi setelah serangan tersebut, dan Perdana Menteri Israel mengatakan ada tanda-tanda yang semakin jelas bahwa ia "telah tiada".
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Media pemerintah Iran telah mengkonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas di kantornya dalam serangan gabungan Israel-AS terhadap Iran, menyusul laporan sebelumnya tentang kematiannya oleh pejabat AS dan Israel.
Awalnya, media pemerintah Iran membantah bahwa Khamenei telah meninggal, dengan kantor berita Tasnim dan Mehr mengatakan bahwa ia "teguh dan mantap dalam memimpin medan perang".
Namun kemudian dikonfirmasi dalam pidato oleh seorang pembicara yang menangis, yang mengatakan bahwa negara itu akan memasuki masa berkabung selama 40 hari untuk pemimpin Iran yang telah lama berkuasa itu.
"Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran gugur di tempat kerjanya di Beit Rahbari (kompleks kediamannya),” demikian bunyi akun Telegram kantor berita pemerintah IRIB.
"Beliau sedang menjalankan tugas yang diberikan dan berada di tempat kerjanya (kantornya) pada saat gugur, dan serangan ini terjadi pada dini hari Sabtu," lanjut unggahan tersebut.
Ratusan orang dilaporkan tewas di seluruh negeri. Sebagai tanggapan, Iran melancarkan serangan di seluruh Timur Tengah, dengan serangan dilaporkan di sejumlah negara dengan pangkalan AS atau sekutu AS.
Presiden AS Donald Trump menulis dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya pada Sabtu, hari dimulainya serangan, dengan mengatakan bahwa Khamenei yang berusia 86 tahun tewas dalam serangan gabungan AS-Israel.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
Trump mengatakan: "Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Trump menegaskan bahwa Khamenei terlacak dalam sistem intelijen dan pelacakan canggih AS. Pihaknya telah menargetkan serangan secara presisi.
"Dia [Khamenei] tidak dapat menghindari Sistem Intelijen dan Pelacakan Canggih kami dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang bisa dia, atau para pemimpin lain yang telah tewas bersamanya, lakukan," tegas Trump
Halaman Selanjutnya
30 Bom Dijatuhkan

1 week ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
