Viral Profesor Jiang Xueqin Sebut AS Bakal Kalah Perang Lawan Iran Apa Alasannya?

3 days ago 6

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:05 WIB

Jakarta, VIVA –Nama Jiang Xueqin, yang dikenal lewat saluran YouTube Predictive History, tengah ramai diperbincangkan di media sosial setelah salah satu prediksinya kembali viral. Dalam sebuah kuliah daring pada 2024, ia meramalkan bahwa Amerika Serikat akan kalah jika berperang melawan Iran. Video kuliah tersebut kini kembali beredar luas seiring meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Dosen berdarah Tiongkok-Kanada itu sebelumnya membuat tiga prediksi besar pada 2024. Pertama, ia memperkirakan Donald Trump akan kembali berkuasa di Amerika Serikat. Kedua, ia memprediksi Trump akan memicu konflik dengan Iran. Karena dua ramalan tersebut dianggap terjadi, banyak pengguna media sosial kemudian menjulukinya sebagai “Nostradamus dari China” atau peramal dari China.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas seperti apa prediksinya di tahun 2024 lalu dan menjadi viral saat ini? Melansir laman NDTV, Selasa 10 Maret 2026, dalam kulaih daring yang berlangsung pada Mei 2024 lalu, Jiang berpendapat bahwa jika Trump kembali menjadi presiden, tekanan geopolitik dapat mendorong Amerika Serikat menuju konfrontasi dengan Iran. Menurutnya, pemerintahan Trump periode kedua akan meningkatkan risiko kemungkinan terjadinya bentrokan militer antara kedua negara tersebut.

Ia juga memperingatkan bahwa konflik semacam itu bisa berakhir buruk bagi Amerika Serikat.

Untuk menjelaskan analisanya, Jiang membandingkan kemungkinan invasi Amerika ke Iran dengan Ekspedisi Sisilia, ketika Athena melancarkan kampanye militer besar yang akhirnya berakhir dengan bencana.

Menurut Jiang, kondisi geografis Iran serta jumlah penduduknya akan membuat pendudukan jangka panjang menjadi sangat sulit. Wilayah pegunungan, jalur logistik yang panjang, serta perlawanan domestik yang kuat berpotensi mengubah kemenangan militer awal menjadi kegagalan strategis.

Pernyataannya di Acara TV AS

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baru-baru ini Jiang juga tampil di program berita dan opini Breaking Points, di mana ia menjelaskan kekhawatirannya mengenai kemungkinan konflik tersebut.

Ia mengatakan bahwa, berdasarkan analisanya tentang perkembangan perang, Iran memiliki lebih banyak keuntungan dibanding Amerika Serikat. Menurutnya, konflik yang terjadi saat ini pada dasarnya adalah ‘perang kelelahan’ antara kedua negara, dan Iran telah mempersiapkan diri untuk skenario seperti ini selama sekitar dua dekade.

Halaman Selanjutnya

Jiang menambahkan Iran telah melakukan berbagai simulasi dan uji coba militer. Ia menyinggung konflik singkat selama 12 hari pada Juni  tahun lalu yang memberi kesempatan bagi Iran untuk mempelajari kemampuan serangan dari Israel dan Amerika Serikat. Selain itu, Iran disebut memiliki waktu sekitar delapan bulan untuk mempersiapkan diri menghadapi serangan baru.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |