Wakil Indonesia Habis di German Open 2026, Tiwi/Fadia Fokus Perbaikan Jelang All England

1 week ago 5

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:02 WIB

Mulheim, VIVA – Langkah wakil Indonesia di German Open 2026 resmi terhenti. Ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti atau Tiwi/Fadia gagal melangkah ke partai puncak setelah tersingkir di babak semifinal yang digelar di Westenergie Sporthalle, Mullheim, Jerman, Sabtu 28 Februari 2026.

Tiwi/Fadia harus mengakui keunggulan pasangan China, Li Ti Jing/Wang Yu Duo, lewat pertarungan tiga gim dengan skor 18-21, 21-8, dan 19-21.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekalahan tersebut sekaligus memastikan Indonesia tanpa wakil di partai final German Open 2026. Sebelumnya, ganda campuran Indonesia-Singapura Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja juga tersingkir usai kalah dari pasangan Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch, dengan skor 21-19, 21-16.

Evaluasi Poin Akhir

Tiwi mengakui bahwa fokus pada poin-poin krusial menjadi pekerjaan rumah utama jelang turnamen berikutnya.

“Jelas kami harus lebih fokus di poin-poin akhir. Terutama antisipasi bola-bola tanggung atau setengah-setengah, itu harus lebih siap lagi ke depannya,” ujar Amalia Cahaya Pratiwi dalam keterangan resmi PP PBSI di Jakarta.

Pada gim pertama, Tiwi menilai pola permainan yang diinginkan sebenarnya sudah berjalan baik. Namun, kesalahan sendiri di poin-poin akhir membuat konsentrasi mereka menurun dan memberi celah bagi lawan.

Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia berhasil bangkit. Perubahan pola permainan terbukti efektif meredam agresivitas lawan hingga menang telak 21-8.

Strategi tersebut kembali diterapkan pada gim penentuan. Sayangnya, Tiwi mengakui mereka justru terlalu berhati-hati di saat-saat krusial.

“Padahal harusnya lebih berani ambil keputusan,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan Fadia.

“Di set pertama dan ketiga, terutama di akhir-akhir gim, kami terlalu hati-hati dan seperti takut melakukan kesalahan. Akhirnya justru jadi tidak lepas,” ujar Fadia.

Tatap All England 2026

Usai tersingkir di Jerman, Tiwi/Fadia langsung mengalihkan fokus ke turnamen bergengsi berikutnya, All England 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka menegaskan pentingnya pemulihan kondisi fisik sekaligus memanfaatkan kesempatan latihan untuk memperbaiki kekurangan sebelum tampil di ajang level tinggi tersebut.

“Kalau besok ada kesempatan latihan, kami tetap mau latihan supaya lebih siap. Pastinya kami ingin memberikan yang terbaik di All England nanti,” kata Fadia.

Halaman Selanjutnya

Kegagalan di German Open menjadi pelajaran berharga bagi Tiwi/Fadia untuk tampil lebih matang, terutama dalam mengelola tekanan di poin-poin akhir. Dengan evaluasi yang tepat, pasangan ganda putri ini diharapkan mampu bangkit dan memberikan hasil maksimal di All England 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |