Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza menilai, perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dengan Amerika Serikat menjadi lompatan besar bagi industrialisasi nasional.
Menurutnya, perjanjian itu menjadi lompatan besar karena membuka peluang bagi percepatan hilirisasi mineral nasional, yang selama ini menghadapi berbagai kendala baik dari sisi investasi, teknologi, maupun akses pasar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Selama ini hilirisasi mineral kita masih menghadapi banyak tantangan. Dengan adanya perjanjian dagang Indonesia-Amerika Serikat, hilirisasi pasir silika sebagai bahan utama produksi chip atau semikonduktor berpeluang direalisasikan di dalam negeri. Ini lompatan besar bagi industrialisasi Indonesia,” kata Faisol dalam keterangannya, Jumat, 27 Februari 2026.
Ilustrasi industri baja.
Photo :
- ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Dia menjelaskan pasir silika merupakan salah satu bahan baku penting dalam industri semikonduktor global.
Akibat kerja sama itu, dia mengatakan Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemasok bagi perusahaan-perusahaan semikonduktor berbasis AS, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Oleh sebab itu, dia mengatakan perjanjian dagang RI-AS justru menjadi langkah strategis yang memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global. Sementara itu, dia menegaskan perjanjian tersebut tidak membunuh industri nasional, terutama industri kecil dan menengah (IKM).
Dia mengatakan pemerintah melalui perjanjian itu telah memastikan agar produk industri nasional tidak ditempatkan dalam persaingan langsung dengan produk AS di pasar domestik.
Selain itu, dia mengatakan sebanyak 1.819 produk Indonesia mendapatkan fasilitas tarif nol persen ke pasar AS. Sebelum perjanjian ini, produk-produk tersebut dikenakan tarif antara 8 - 12 persen.
“Kelompok industri tekstil, furnitur kayu, karet, serta berbagai produk IKM justru sangat diuntungkan. Ini peluang besar untuk ekspansi ekspor dan penciptaan lapangan kerja,” kata dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia pun menekankan bahwa strategi Presiden Prabowo Subianto dalam perjanjian ini mencerminkan politik dagang yang berimbang, yakni membuka akses pasar AS bagi produk Indonesia, sekaligus tetap menjaga kepentingan industri dalam negeri.
“Ini bukan sekadar perjanjian dagang biasa. Ini bagian dari strategi besar menjadikan Indonesia pemain penting dalam rantai pasok global, termasuk industri teknologi tinggi seperti semikonduktor. Kita harus melihatnya sebagai peluang, bukan ancaman,” ujarnya. (Ant).
Dibawah Rintik Hujan, Prabowo Disambut Gibran Usai Lawatan ke AS hingga UEA
Di tengah guyuran hujan, ketibaan Prabowo disambut Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, tampak juga Mensesneg, Prasetyo Hadi hingga Menhan.
VIVA.co.id
27 Februari 2026

1 week ago
6











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
