VIVA – Memiliki penghasilan tinggi memang dapat memberikan ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan dan menikmati berbagai fasilitas. Namun, gaji besar tidak selalu menjadi jaminan seseorang mampu membangun kekayaan dalam jangka panjang.
Kekayaan lebih banyak ditentukan oleh bagaimana seseorang mengelola penghasilan, mengambil keputusan finansial, serta membangun kebiasaan yang konsisten. Ada orang dengan pendapatan biasa saja yang perlahan mampu mengumpulkan aset dalam jumlah besar karena disiplin mengatur keuangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejumlah riset mengenai kebiasaan orang kaya juga menunjukkan bahwa membangun kekayaan umumnya membutuhkan kombinasi antara kerja keras, pendidikan, kemampuan mengelola uang, serta keberanian mengambil keputusan yang terukur.
Lantas, seperti apa ciri orang yang bakal kaya raya? Berikut beberapa kebiasaan yang bisa menjadi gambaran, seperti dilansir dari Forbes.
1. Tidak Terlalu Gemar Memamerkan Kekayaan
Orang yang sedang membangun kekayaan tidak selalu merasa perlu menunjukkan kondisi finansialnya kepada orang lain. Mereka bisa saja tetap menggunakan barang yang sederhana, mengendarai kendaraan biasa, atau tinggal di lingkungan yang tidak identik dengan kemewahan.
Alih-alih mengejar pengakuan melalui barang mahal, sebagian orang lebih memilih mengalokasikan uang untuk kebutuhan yang memberikan manfaat jangka panjang.
2. Terbiasa Hidup Hemat
Hidup hemat bukan berarti selalu menghindari pengeluaran. Kebiasaan ini lebih berkaitan dengan kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan.
Orang yang memiliki potensi membangun kekayaan biasanya mempertimbangkan manfaat sebelum membeli sesuatu. Mereka tidak mudah mengeluarkan uang hanya karena mengikuti tren atau ingin terlihat mampu.
3. Memiliki Kebiasaan Menabung dan Berinvestasi
Menabung menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kondisi finansial yang lebih kuat. Namun, mereka yang ingin meningkatkan kekayaan biasanya tidak berhenti pada aktivitas menabung.
Sebagian penghasilan dapat dialokasikan untuk investasi jangka panjang sesuai dengan kemampuan dan profil risiko. Dengan begitu, uang tidak hanya tersimpan, tetapi berpotensi berkembang dari waktu ke waktu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
4. Mengeluarkan Uang di Bawah Kemampuan
Salah satu jebakan yang sering terjadi ketika pendapatan meningkat adalah gaya hidup ikut naik secara drastis. Penghasilan bertambah, tetapi pengeluaran juga meningkat sehingga tidak ada banyak uang yang tersisa.
Halaman Selanjutnya
Sebaliknya, orang yang berpotensi kaya biasanya berusaha menjaga pengeluaran tetap berada di bawah pendapatan. Selisih tersebut kemudian dapat digunakan untuk dana darurat, tabungan, investasi, atau membangun aset.

2 weeks ago
15
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

