Serang, VIVA – Polda Banten memastikan tiga jenis barang yang ditemukan dalam operasi SAR di perairan Selat Sunda sebelah timur Pulau Rakata bukan milik lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, barang yang ditemukan terdiri atas helm plastik merah, jeriken plastik biru bertutup hitam, dan dua jaket pelampung oranye.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning, dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” katanya.
Menurut Maruli, hasil pemeriksaan terhadap jeriken biru juga menunjukkan benda tersebut mengeluarkan aroma minyak sayur, bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1.
Pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak oleh tim SAR
“Terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dengan jeriken milik kapal. Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih, dan polos tanpa penanda,” ujarnya.
Sementara itu, jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup hitam, serta terdapat tulisan pada bagian badan jeriken.
Maruli mengatakan helm plastik berwarna merah yang ditemukan juga bukan milik KM Arupadhatu 1 karena kapal tersebut tidak memiliki atau menyediakan helm jenis itu.
Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai proses pencarian.
“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” katanya.
Sementara itu, Tim SAR gabungan memperluas dan membagi area pencarian KM Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda menjadi enam sektor dengan luas total 6.010 mil laut persegi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas Rangga Aribowo mengatakan enam sektor tersebut terdiri atas lima sektor laut, yakni Sektor V, W, X, Y, dan Z, serta satu sektor udara.
“Untuk luas area pencarian 6.010 mil laut persegi, pencariannya cukup luas dan dibagi menjadi enam sektor, terdiri dari lima sektor laut dan satu udara,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Rangga mengatakan Sektor V memiliki luas 840 mil laut persegi dengan pengerahan dua kapal TNI AL, yakni KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk.

20 hours ago
6













