VIVA –Gempa susulan terus mengguncang wilayah Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu 15 Agustus 2026 kemarin. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga siang ini, Minggu 23 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB tercatat ada 5.824 gempa susulan.
"Update gempa bumi susulan gempa Flores M 7,7 hingga tanggal 23 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB total gempa bumi susulan 5.824 dengan magnitude terbesar 6,2, magnitude terkecil 1,1, magnitude di atas 5, 32 dan gempa susulan dirasakan 132," demikian keterangan resmi BMKG, Minggu 23 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu gempa bumi magnitude 4,0 tercatat hari ini pukul 10.41.26 WIB dengan pusat gempa berada di laut 42 km Utara Ruteng-Manggarai NTT.
Dijelaskan Wijayanto, berdasarkan dari grafik peluruhan mulai nampak pola penurunan. Sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu.
"Dari grafik peluruhan mulai nampak pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu," kata dia.
BMKG juga menghimbau masayarakat untuk tetap tenang dan waspada gempa bumi susulan yang masih terjadi
Update Korban Jiwa
Hingga Sabtu sore 22 Agustus 2026, jumlah korban jiwa akibat gempa NTT kembali bertambah. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah korban meninggal dunia di NTT mencapai 87 orang.
Rincian korban meninggal yakni Manggarai 31 orang, Manggarai Timur 30 orang, Sikka 9 orang, Ende 2 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 13 orang, dan Ngada 4 orang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, sebanyak 1.298 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 336 orang mengalami luka berat.
Jumlah pengungsi juga dilaporkan meningkat. Saat ini tercatat ada 150.576 orang mengungsi akibat gempa di NTT. Dari 150.576 ada tiga wilayah dengan pengungsi paling besar yakni berada di Kabupaten Manggarai 41.427 jiwa,Kabupaten Nagekeo 34.256 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 31.372 jiwa,
Selain Sumatera dan Kalimantan Potensi Karhutla Juga Ancam Yogyakarta, Waspadai Titiknya
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta meminta masyarakat di wilayah DI Yogyakarta (DIY) agar mewaspadai potensi kebakaran hutan & lahan (karhutla) di musim kemarau
VIVA.co.id
23 Agustus 2026

3 days ago
3
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

