Pandeglang, VIVA – Upaya pencarian delapan orang yang masih hilang setelah speed boat yang mereka tumpangi terputus kontak di Perairan Selat Sunda, Banten, masih terus dilakukan.
Tim SAR Gabungan memperluas pencarian dengan mengandalkan kekuatan dari laut dan udara. Sejumlah kapal, perahu cepat, helikopter hingga drone thermal dikerahkan untuk menyisir perairan sekitar Gunung Anak Krakatau dan wilayah Selat Sunda yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pencarian dilakukan dengan membagi wilayah operasi ke dalam sejumlah sektor. Di antara sarana yang dikerahkan yakni KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Kerambit, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP Sanjaya, KP Hayabusa, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, hingga TB Gunung Santri.
Dukungan dari udara juga diperkuat. Tim SAR mengerahkan Helikopter HR-3604 serta dua unit Drone Thermal Basarnas untuk memperluas jangkauan pencarian.
Di sektor sekitar Gunung Anak Krakatau, KN SAR Tetuka 247 melakukan pencarian visual dengan dukungan drone. Sementara RIB 02 Banten menyisir wilayah sekitar Pulau Sertung dan perairan Gunung Anak Krakatau.
Pencarian juga dilakukan unsur lainnya sesuai sektor yang telah ditetapkan, termasuk KN SAR Basudewa, RIB Lampung, KRI Leuser, KAL Anyer, KRI Kerambit, KP Sanjaya, KAL Pahawang, KP Hayabusa dan RBB Pulau Peucang.
Pencarian dari udara dilakukan melalui Sektor H dengan luas sekitar 2.063 nautical mile persegi. Helikopter HR-3604 diberangkatkan dari Lapangan Bola Carita pada pukul 16.10 WIB. Pesawat kemudian menyisir area pencarian yang telah ditentukan sebelum kembali mendarat pada pukul 17.30 WIB.
Namun hingga operasi hari keempat berakhir, belum ada kabar mengenai keberadaan delapan orang tersebut. Mereka masih berstatus dalam pencarian dan belum ditemukan tanda-tanda keberadaan survivor.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad mengatakan pola pencarian terus diperluas dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
“Hari keempat ini pencarian terus kami perluas, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur bekerja sesuai sektor yang telah ditentukan, termasuk dukungan helikopter dan drone untuk memperbesar jangkauan pemantauan,” ujar Al Amrad, Jumat, 11 September 2026.
Halaman Selanjutnya
Dia mengatakan evaluasi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan, termasuk faktor cuaca dan keselamatan personel.

2 days ago
8













