6 Kebiasaan Kerja Gen Z yang Sering Dikira Malas, Padahal Bikin Makin Produktif

6 days ago 17

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:20 WIB

VIVA – Generasi Z atau Gen Z kerap mendapat cap sebagai generasi yang kurang tahan bekerja keras. Cara mereka memandang pekerjaan memang cukup berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka lebih memperhatikan batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, kesehatan mental, hingga fleksibilitas dalam bekerja.

Namun, sejumlah kebiasaan yang terlihat seperti kemalasan ternyata justru bisa membantu meningkatkan produktivitas di tempat kerja. Alih-alih menghabiskan seluruh waktu untuk bekerja, Gen Z cenderung mencari cara agar energi dan waktu yang dimiliki bisa digunakan secara lebih efektif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut enam kebiasaan kerja Gen Z yang sering disalahartikan sebagai kemalasan, tetapi justru dapat mendukung produktivitas, melansir dari YourTango.

1. Sering mengambil liburan singkat

Bagi sebagian pekerja, akhir pekan biasanya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah atau beristirahat setelah menjalani rutinitas yang melelahkan. Gen Z memiliki pendekatan berbeda dengan memanfaatkan waktu luang untuk melakukan perjalanan singkat atau micro-trip.

Alih-alih menghabiskan seluruh jatah cuti sekaligus, mereka memilih mengambil beberapa liburan pendek sepanjang tahun. Cara ini membuat mereka memiliki sesuatu yang bisa dinantikan di luar pekerjaan.

Kebiasaan tersebut juga dapat membantu menjaga suasana hati sehingga mereka kembali bekerja dengan energi yang lebih baik. Jadi, sering bepergian singkat tidak selalu berarti tidak serius dengan pekerjaan.

2. Memiliki pekerjaan sampingan

Gen Z juga dikenal dekat dengan budaya side hustle. Mereka tidak hanya mengandalkan satu sumber penghasilan, tetapi mencoba berbagai pekerjaan kontrak, proyek lepas, hingga bisnis kecil.

Menurut Harris Poll yang dikutip dalam artikel sumber, 57 persen Gen Z mengaku memiliki pekerjaan sampingan. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan generasi lainnya.

Bagi generasi sebelumnya, berpindah-pindah proyek mungkin terlihat seperti tidak memiliki komitmen. Namun, bagi Gen Z, fleksibilitas justru menjadi bagian penting dalam menentukan pola kerja. Mereka berusaha menciptakan karier yang sesuai dengan kemampuan, kebutuhan finansial, dan gaya hidup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Mengambil jeda panjang saat masih muda

Konsep micro-retirement atau pensiun sementara juga mulai mendapat perhatian dari Gen Z. Mereka tidak selalu ingin menunggu usia tua untuk menikmati hasil kerja.

Halaman Selanjutnya

Setelah mengumpulkan tabungan, sebagian memilih mengambil waktu istirahat yang cukup panjang untuk bepergian, mempelajari sesuatu yang baru, atau sekadar mengevaluasi kembali tujuan hidup dan karier.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |