VIVA – Tujuh pendaki masih dalam pencarian setelah dilaporkan terjebak di Pos 3 Gunung Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Tim SAR gabungan langsung dikerahkan setelah Basarnas menerima laporan mengenai kondisi para pendaki yang membutuhkan bantuan.
Kepala Kantor SAR Palu Muh Rizal mengatakan laporan tersebut disampaikan oleh rekan para pendaki yang lebih dulu turun. Dari informasi yang diterima, persediaan makanan mereka telah habis sehingga membuat tujuh orang lainnya belum bisa melanjutkan perjalanan turun dari gunung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Laporan kami terima dari rekan mereka, para pendaki kehabisan logistik di Pos 3 sehingga membutuhkan bantuan," kata Muh Rizal di Palu, Minggu (13/9/2026).
Peristiwa itu bermula ketika sekitar 11 orang melakukan pendakian ke Gunung Nokilalaki pada Sabtu (12/9). Mereka berangkat sekitar pukul 07.00 WITA dengan rencana melanjutkan perjalanan hingga mencapai puncak.
Namun, kondisi berubah setelah persediaan logistik makanan yang dibawa rombongan tidak lagi mencukupi. Situasi tersebut membuat mereka tertahan di Pos 3.
Di tengah kondisi tersebut, empat pendaki akhirnya memutuskan turun dengan kemampuan yang ada untuk mencari pertolongan. Mereka kemudian melaporkan kondisi rekan-rekannya kepada Basarnas pada Minggu sekitar pukul 06.15 WITA.
"Empat orang memaksakan diri turun dari gunung, berupaya untuk mencari bantuan dan melaporkan kejadian itu kepada Basarnas pada Minggu (13/9) sekitar Pukul 06.15 WITA," ujarnya.
Mendapat laporan tersebut, Basarnas bergerak kurang dari 20 menit kemudian. Sekitar pukul 06.32 WITA, tim SAR diberangkatkan menggunakan kendaraan angkut personel menuju kaki Gunung Nokilalaki.
Tujuh pendaki yang masih dalam pencarian diketahui bernama Rani (18), Fahri, Farel, Ramadhan, Sigit, Deikal, dan Iman.
Dalam operasi ini, Basarnas membawa berbagai perlengkapan untuk mendukung proses pencarian sekaligus evakuasi. Peralatan tersebut meliputi kendaraan angkut personel, perlengkapan pendakian, alat navigasi, perangkat komunikasi, peralatan medis, hingga perlengkapan evakuasi.
Tim SAR gabungan yang diterjunkan terdiri dari personel Basarnas, keluarga para pendaki, serta masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Tim SAR gabungan yakni personel Basarnas, keluarga korban dan masyarakat. Harapan kami tujuh orang itu dapat segera ditemukan," ucap Rizal.
Hingga pukul 11.10 WITA, Basarnas belum menerima perkembangan terbaru mengenai posisi ketujuh pendaki dari tim yang berada di lapangan.
Halaman Selanjutnya
"Tentunya perkembangan informasi akan kami sampaikan ke publik," kata Muh Rizal. (ANT)

1 day ago
5













