Sabtu, 12 September 2026 - 12:20 WIB
VIVA –Program makan siang gratis di sekolah Taiwan mendapat sorotan setelah 87 siswa kelas IX Cheng Yuan High School mengalami diare usai mengonsumsi makanan yang disediakan sekolah.
Insiden ini terjadi pada Selasa 8 September lalu, saat itu Dinas Kesehatan Taiwan menerima laporan dari pihak sekolah terkait puluhan siswa yang mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir Taiwan News, Sabtu, 12 September 2026, berdasarkan keterangan resmi Dinkes Taiwan, para siswa tersebut menyantap makan siang sekitar tengah hari pada Senin pekan ini. Namun pada pukul 22.00 malam harinya, anak-anak tersebut mulai mengalami diare.
Menyusul dengan insiden tersebut, Dinas Kesehatan kemudian melakukan inspeksi dengan mengambil sampel dari dapur penyedia makan siang gratis tersebut. Hasilnya, petugas menemukan lima masalah kebersihan, di antaranya kotoran di bawah lemari es, genangan air di lantai, serta rak dan bingkai yang kotor.
Petugas juga mengambil 11 sampel, termasuk sisa makanan serta usapan dari permukaan dapur dan tangan para pekerja. Hasil pemeriksaan akan dibandingkan dengan sampel yang diambil dari siswa yang terdampak untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Wali Kota Taipei Chiang Wan-an mengatakan pemerintah kota langsung melakukan pemeriksaan di sekolah, mengambil sampel, serta menyediakan makanan dari pemasok lain. Layanan makanan seperti biasa baru akan kembali setelah dapur memenuhi persyaratan kesehatan dan proses penyelidikan selesai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, Dinas Pendidikan Taipei mengatakan langkah selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan apakah penyedia makanan terbukti bertanggung jawab. Jika penyelidikan memastikan terdapat masalah dalam layanan makanan atau pelanggaran kontrak, pemerintah kota dapat menghentikan sebagian atau seluruh kontrak dengan penyedia tersebut.
Akibat insiden itu, Dinas Kesehatan Taiwan memerintahkan penyedia makanan untuk menghentikan sementara operasional dan memperbaiki seluruh pelanggaran paling lambat Jumat. Perusahaan tersebut dapat dikenai denda hingga NT$200 juta atau sekitar Rp 111 miliar jika tidak melakukan perbaikan yang diwajibkan.
OJK Denda 113 Pihak Bidang PMDK hingga Agustus 2026, Totalnya Rp104,63 Miliar
OJK menjatuhkan sanksi administratif atas pemeriksaan kasus bidang pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon (PMDK) dengan total denda sebesar Rp104,63 miliar
VIVA.co.id
7 September 2026

2 days ago
6













