888 Relawan Kesehatan Bantu Warga Terdampak Gempa di NTT, Kemenkes Tegaskan Hal Ini

3 days ago 6

Kamis, 10 September 2026 - 19:04 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan telah memobilisasi sebanyak 868 relawan kesehatan untuk menangani persoalan kesehatan yang dialami warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 366 orang berasal dari Kementerian Kesehatan. Seluruhnya diberangkatkan dalam dua tahap (batch), yakni Batch 1 sebanyak 206 orang yang dimobilisasi pada 24 Agustus dan Batch 2 sebanyak 160 orang yang diterjunkan pada 7 September.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain dari Kementerian Kesehatan, relawan tersebut juga berasal dari berbagai unsur, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM), akademisi, serta instansi pemerintah lainnya.

"Sebanyak 868 relawan kesehatan sudah termobilisasi ke seluruh wilayah terdampak gempa," jelas Widyawati dalam konferensi pers, Kamis, 10 September 2026.

Lebih lanjut, ia mengatakan para relawan tersebut telah memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak sebagai respons cepat terhadap krisis kesehatan pascagempa.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, sejak gempa bumi melanda NTT pada 15 Agustus, pemerintah menemukan berbagai keluhan penyakit di wilayah terdampak. Namun, tiga penyakit disebutnya berpotensi menimbulkan jumlah kasus tertinggi, yakni infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dermatitis, dan diare.

Data Kementerian Kesehatan pada periode 15 Agustus hingga 9 September menunjukkan kasus ISPA mencapai 25.017 kasus, sementara dermatitis dan diare masing-masing tercatat sebanyak 1.573 kasus dan 1.512 kasus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi laporan tertinggi adalah kasus ISPA sebanyak 25.017 kasus yang terdapat di Kabupaten Manggarai, Sikka, Nagekeo, Ende, Ngada, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur," tuturnya.

Selain memperkuat tenaga kesehatan, Widyawati mengatakan pemerintah juga telah memperkuat logistik kesehatan berupa 10 rumah sakit lapangan, lima oksigen konsentrator, delapan emergency kit, 16.000 masker, 17.600 pasang sarung tangan, serta 444 dus pemberian makanan tambahan (PMT).

SD Inpres Kaniti, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT setelah diperbaiki

Pemerintah Siapkan Rp1,2 Triliun Benahi 1.487 Sekolah di NTT

Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mboeng, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sempat viral di media sosial mendapat respons pemerintah.

img_title

VIVA.co.id

10 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |