VIVA – Wacana dwi kewarganegaraan terbatas yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto membuka pembicaraan baru soal potensi diaspora Indonesia. Jika suatu saat aturan tersebut benar-benar diterapkan secara selektif, dunia sepak bola menjadi salah satu sektor yang menarik untuk melihat dampaknya.
Presiden Prabowo pada Agustus 2026 mengusulkan perubahan kebijakan kewarganegaraan agar talenta Indonesia di luar negeri memiliki peluang mempertahankan kewarganegaraan asing secara terbatas. DPR pun mulai membahas gagasan tersebut, termasuk kemungkinan penerapannya bagi talenta yang dinilai bisa memberikan kontribusi bagi kepentingan nasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tentu, sepak bola tidak bisa langsung disamakan dengan kebijakan tersebut. Pemain keturunan tetap harus memenuhi berbagai persyaratan untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia. Namun, jika pembahasannya dibawa ke ranah hipotetis, ada sejumlah nama yang menarik untuk dibayangkan berada dalam satu skuad Garuda.
Mereka berasal dari latar belakang berbeda. Ada yang sudah menjadi bagian dari Timnas Indonesia, ada pula yang masih berstatus pemain keturunan dan belum pernah mengenakan seragam Merah Putih. Berikut 11 nama yang menarik untuk disimak:
1. Kayne van Oevelen
Kiper Kayne van Oevelen bisa dinaturalisasi Timnas Indonesia
Nama pertama datang dari posisi penjaga gawang, yakni Kayne van Oevelen. Kiper muda ini memiliki postur hampir dua meter sehingga menjadi salah satu prospek menarik jika melihat kebutuhan Timnas Indonesia di masa depan.
Van Oevelen memiliki darah Indonesia dari garis keluarganya. Usianya yang masih muda membuat kariernya masih terbuka lebar untuk berkembang di sepak bola Eropa. Jika skenario kewarganegaraan ganda terbatas benar-benar memberi ruang lebih besar bagi diaspora, nama Van Oevelen tentu menarik untuk diperhatikan.
Postur tinggi bisa menjadi salah satu keunggulan utama, terutama ketika Indonesia menghadapi lawan yang mengandalkan bola-bola atas.
2. Kevin Diks
Kevin Diks
Photo :
- https://www.borussia.com/
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Nama kedua jauh lebih familiar bagi publik Indonesia, yakni Kevin Diks. Bek yang sudah menjadi bagian dari Timnas Indonesia ini memiliki fleksibilitas yang membuatnya sangat berharga.
Diks dapat dimainkan sebagai bek kanan maupun bek tengah. Kemampuan tersebut memberi opsi tambahan bagi pelatih dalam mengatur formasi dan menyesuaikan permainan dengan karakter lawan.
Halaman Selanjutnya
Pengalaman Diks di sepak bola Eropa juga menjadi modal penting. Ia tidak hanya memiliki kemampuan bertahan, tetapi juga cukup nyaman ketika harus membantu serangan. Dalam susunan hipotetis ini, posisi bek kanan menjadi salah satu area yang relatif aman dengan kehadiran Diks.

3 days ago
3













