Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) selama ini lebih dikenal lewat chatbot yang mampu menjawab pertanyaan hingga membantu membuat berbagai pekerjaan digital. Namun, teknologi tersebut kini mulai mengambil peran lebih jauh dengan masuk ke proses yang bekerja di balik layar industri manufaktur.
Salah satu perubahan yang mulai terlihat adalah kemampuan AI mengolah data pekerjaan sebelumnya untuk membantu menyusun proses baru. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam kini dapat dipersiapkan dalam hitungan menit, sementara manusia beralih untuk memeriksa dan mengambil keputusan atas hasil yang dibuat sistem.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penerapan seperti ini dilakukan Haier Smart Home melalui ZhiXiaoNeng, super-agent AI yang diluncurkan pada 27 Januari 2026. Sistem tersebut dirancang untuk digunakan di berbagai bagian perusahaan, mulai dari riset dan pengembangan produk, pengadaan, manufaktur, logistik, hingga pekerjaan operasional sehari-hari.
Dalam proses teknik manufaktur, ZhiXiaoNeng memanfaatkan data historis untuk membantu menyusun rencana proses produksi. Haier menyebut pekerjaan yang sebelumnya memerlukan waktu berjam-jam dapat dikerjakan dalam hitungan menit, dengan peningkatan akurasi hingga 20 persen.
Perubahan tersebut juga menggeser cara kerja para insinyur. Jika sebelumnya mereka harus menyusun draf atau rancangan awal secara manual, AI dapat mengambil sebagian pekerjaan awal tersebut sehingga manusia lebih banyak berperan sebagai peninjau atau reviewer.
Pemanfaatan AI di Haier tidak berhenti pada satu lini kerja. Dikutip Kamis 20 Agustus 2026, ZhiXiaoNeng telah digunakan oleh lebih dari 60.000 pengguna untuk menjalankan berbagai alur kerja internal, menunjukkan bahwa AI mulai diposisikan sebagai bagian dari sistem operasional perusahaan, bukan sekadar alat tambahan.
Dampaknya juga diklaim terlihat dalam proses pengembangan dan produksi. Haier mencatat siklus pengembangan produk baru berhasil dipangkas hingga 30 persen, sedangkan efisiensi manufaktur meningkat sekitar 20 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Skala penerapan teknologi tersebut sejalan dengan besarnya jaringan bisnis Haier Smart Home. Perusahaan yang memiliki portofolio merek Haier, Casarte, Leader, GE Appliances, Fisher & Paykel, AQUA, dan Candy itu kembali masuk dalam daftar Fortune Global 500 2026.
Dalam daftar yang dirilis pada 28 Juli 2026, Haier Smart Home berada di posisi ke-378 setelah naik 12 peringkat dari tahun sebelumnya. Ini menjadi tahun kesembilan berturut-turut perusahaan tersebut masuk dalam daftar, sekaligus kenaikan peringkat tahunan terbesar yang dicatatkan Haier.
Halaman Selanjutnya
Penerapan AI juga terhubung dengan pengembangan bisnis smart home yang menjadi salah satu fokus perusahaan. Haier memiliki 130 juta pengguna terdaftar secara global dengan total 86,1 miliar interaksi skenario setiap tahun, dari berbagai perangkat dan layanan yang terhubung dalam ekosistemnya.

6 days ago
8
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

