Alasan Uni Eropa Mulai Tak Nyaman Simpan Emas di AS

1 day ago 10

Sabtu, 12 September 2026 - 21:02 WIB

VIVA - Fort Knox, kompleks yang dijaga ketat di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat (AS), tempat sekitar separuh cadangan emas pemerintah disimpan, sudah lama menjadi simbol keamanan.

Istilah “seaman Fort Knox” yang populer merujuk pada sesuatu yang sangat aman dan dijaga ketat. Namun, persepsi bahwa AS merupakan tempat yang aman untuk menyimpan emas kini sudah mulai memudar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baru-baru ini, bank sentral Belanda memindahkan sekitar 86 ton emas dari New York ke London. Keputusan ini menyoroti kekhawatiran yang kian besar di kalangan sejumlah pemerintah terkait penyimpanan aset strategis di AS, serta apakah aset tersebut bisa dengan mudah diakses ketika terjadi krisis.

De Nederlandsche Bank (DNB), bank sentral Belanda, menyebut “gejolak geopolitik” sebagai salah satu pertimbangan dan mengatakan bahwa memindahkan emasnya ke beberapa yurisdiksi berbeda akan meningkatkan “kesiapan menghadapi krisis”.

Prancis juga menarik seluruh kepemilikan emasnya yang tersisa dari Federal Reserve Bank of New York antara Juli 2025 dan Januari 2026.

Namun, Gubernur Bank of France, François Villeroy de Galhau saat itu mengatakan bahwa keputusan tersebut tidak memiliki motif politik.

Sejumlah politikus di Jerman dan Italia turut menyerukan agar cadangan emas negara mereka juga dipindahkan dari AS. Masing-masing dari mereka memiliki cadangan emas terbesar kedua dan ketiga di dunia.

Kekhawatiran itu muncul di tengah kebijakan pemerintahan Trump yang dinilai sulit diprediksi serta sikapnya yang semakin antipati terhadap Uni Eropa, termasuk ancaman untuk mencaplok sebagian wilayah di Greenland.

Demam emas

Sebastien Tillett, analis Oxford Economics, mengatakan bahwa bagi bank-bank sentral Eropa, risiko penyitaan aset secara langsung merupakan “risiko yang sangat kecil”. Namun, menurutnya, kekhawatiran mengenai kemudahan mengakses aset semakin meningkat di tengah ketidakpastian geopolitik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kekhawatiran yang lebih relevan adalah bahwa aset yang disimpan di yurisdiksi lain bisa tidak dapat diakses untuk sementara waktu dalam situasi ekstrem yang melibatkan sanksi, persoalan hukum, atau geopolitik,” ujarnya kepada DW.

Krishnan Gopaul dari World Gold Council mengatakan, secara umum, bank-bank sentral di seluruh dunia telah meningkatkan pembelian emas sejak krisis keuangan global 2008 dan kini semakin memperhatikan di mana dan bagaimana emas tersebut disimpan. Akibatnya, harga emas melonjak ke level tertinggi sepanjang masa.

Halaman Selanjutnya

Survei terbaru World Gold Council menunjukkan bahwa bank-bank sentral telah mengakumulasi rata-rata 1.000 ton emas per tahun selama empat tahun terakhir, naik dari rata-rata 500 ton per tahun dalam satu dekade sebelumnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |