VIVA – Anak tertua pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Jay Herdman, mulai merasakan atmosfer sepak bola Indonesia setelah bergabung dengan Bali United dan tampil selama 11 menit saat menghadapi Persib Bandung pada laga pamungkas Dewata Challenge Series 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa 18 Agustus 2026.
Kepindahan Jay ke Indonesia dinilai pengamat sepak bola Akmal Marhali memiliki risiko tersendiri bagi John, terutama jika proyek kepelatihannya bersama Timnas Indonesia tidak berjalan sesuai harapan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jay Herdman merupakan pemain kelahiran Invercargill, Selandia Baru, 14 Agustus 2004. Sebelum bergabung dengan Bali United, ia menjalani karier sepak bola di Kanada dan memiliki pengalaman bermain di sejumlah posisi lini serang.
Jay Herdman
Photo :
- USA TODAY Sports via Reuters Connect
Jay pernah berperan sebagai gelandang ketika bermain di MLS NEXT Pro dan Vancouver Whitecaps. Ia juga sempat dimainkan sebagai gelandang serang di Canadian Premier League serta penyerang ketika memperkuat Cavalry FC.
Namun, Akmal menilai keputusan Jay melanjutkan karier di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan perjalanan profesional sang pemain. Menurutnya, pilihan tersebut juga menunjukkan bahwa John Herdman membawa keluarganya masuk ke lingkungan sepak bola Indonesia yang menjadi bagian dari proyek kepelatihannya bersama Timnas Indonesia.
"Dari kacamata psikologis, John tengah memperlihatkan bahwa tak hanya dirinya yang berkomitmen untuk Indonesia tapi keluarga yang juga dipindahkan ke Indonesia, bahkan sekarang anaknya disuruh bermain di Liga Indonesia," ujar Akmal, Kamis 20 Agustus 2026.
Menurut Akmal, keputusan tersebut juga dapat menjadi bagian dari proses membangun mental Jay sebagai pesepak bola. Bermain di Indonesia membuat Jay akan berada dalam lingkungan kompetisi yang menghadirkan tuntutan, kritik, dan tekanan.
"Ia ingin anaknya punya mental petarung," kata pendiri Save Our Soccer tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, langkah Jay bermain di Indonesia juga dinilai membuat keluarga Herdman ikut berada lebih dekat dengan dinamika proyek John bersama Timnas Indonesia. Kondisi tersebut, menurut Akmal, menghadirkan risiko psikologis apabila proyek kepelatihan sang ayah mengalami kegagalan.
"Artinya, jika proyeknya hancur, anaknya ikut merasakan hancurnya. Ini sinyal jaminan komitmen tertinggi diberikan oleh John bagi sepak bola Indonesia," tegas Akmal.
Halaman Selanjutnya
Jay sendiri memiliki pengalaman dari sejumlah kompetisi sebelum datang ke Indonesia. Ia pernah bermain di MLS NEXT Pro dan Canadian Premier League serta memperkuat Vancouver Whitecaps dan Cavalry FC. Musim Super League 2026-2027 kini menjadi kesempatan bagi Jay untuk melanjutkan perkembangan kariernya di sepak bola Indonesia.

6 days ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

