Jakarta, VIVA – Ketua Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) Indonesia sekaligus Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie alias Anin menegaskan, ABAC Meeting I 2026 akan menjadi momentum awal untuk mendorong integrasi kawasan Asia-Pasifik.
Tujuan itu diharapkannya bakal terwujud melalui penguatan infrastruktur fisik maupun non-fisik, guna meningkatkan arus investasi dan perdagangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Salah satu fokusnya ialah regional integration. Integrasi secara infrastruktur, baik keras maupun lunak. Dan di sini penting sekali karena kita ujungnya ingin mencari investasi dan perdagangan," kata Anin dalam keterangannya, Rabu, 11 Februari 2026.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie
Anin mengatakan, ABAC Meeting I ini menghasilkan pembahasan seperti dalam kelompok kerja keberlanjutan, dimana Indonesia mengusulkan pembentukan Carbon Center of Excellence sebagai kontribusi konkret bagi agenda kerja sama kawasan.
Kemudian, hasil ABAC I meeting ini juga berhasil merumuskan usulan di bidang finansial, yakni mempromosikan sistem finansial yang inklusif atau finance inclusion.
“Jadi bukan saja kita menjadi event organizer, tapi kita juga bantu sub-agenda. Bahkan memasukkan juga lesson learn dari Indonesia untuk dunia," ujar Anin.
Terlebih, Anin memastikan bahwa kehadiran empat menteri selama dua hari pertemuan, telah dimanfaatkan untuk mempromosikan peluang investasi dan perdagangan Indonesia kepada delegasi internasional. Hal itu sebagai bagian dari penguatan sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam kerangka Indonesia Incorporated.
Keempat menteri tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono; Menteri Luar Negeri, Sugiono; dan Menteri Perdagangan, Budi Santoso.
"Kita bersyukur selama 2 hari, ada 4 menteri yang datang untuk tanda kutip jualan. Supaya investasi dan perdagangan bisa lebih besar lagi," kata Anin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Terkait peningkatan perdagangan dan investasi, Anin menegaskan bahwa melalui pertemuan ABAC Meeting I ini juga menjadi tonggak bagi Indonesia, perihal pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Dia mengungkapkan, Indonesia menargetkan target investasi yang mampu melampaui Vietnam di pasar perdagangan global.
“Indonesia ekspor 250 miliar dolar AS setahun, Vietnam 500 miliar dolar AS per tahun. Jadi apa yang kita mesti lakukan untuk sama-sama, tidak bisa pemerintah sendiri dan tidak bisa juga tentunya dunia usaha sendiri untuk meningkatkan ini semua,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Setelah pertemuan di Jakarta, rangkaian ABAC 2026 akan dilanjutkan dengan ABAC Meeting II di Mexico City, Meksiko (22–25 April 2026), ABAC Meeting III di Pattaya, Tailan (7–10 Juli 2026), dan ABAC Meeting IV di Shenzhen, China (14-16 November 2026).

3 weeks ago
6










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

