VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.378 unit sekolah di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi utama bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8) lalu. Dampak kerusakan sarana pendidikan ini secara langsung memengaruhi aktivitas belajar 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan di wilayah tersebut.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa hingga saat ini tim reaksi cepat di lapangan terus
bergerak melakukan validasi data. Progres asesmen kelayakan bangunan sekolah kini telah mendekati tahap akhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Progres pendataan secara keseluruhan telah mencapai 92 persen. Kerusakan sarana fisik meliputi 5.521 unit ruang kelas rusak serta 502 unit bangunan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan dengan kategori berat," ujar Berton dalam konferensi pers resmi di Jakarta.
Guna menjamin keselamatan fisik siswa dan guru dari potensi risiko gempa susulan, otoritas terkait bersama pemerintah daerah mengambil langkah mitigasi darurat dengan membatasi aktivitas di bangunan yang rapuh. Data BNPB menunjukkan peta operasional kegiatan belajar mengajar di Flores saat ini terbagi ke dalam beberapa skema darurat:
• 923 sekolah memutuskan menghentikan sementara aktivitas tatap muka atau
meliburkan kelas demi keselamatan.
• 171 sekolah mengalihkan sistem pembelajaran dengan moda jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah.
• 35 sekolah telah mengaktifkan kegiatan belajar menggunakan fasilitas ruang
kelas darurat.
• 30 sekolah dilaporkan masih dalam kondisi aman dan dapat beroperasi secara
normal.
Sementara itu, sisa 219 sekolah lainnya masih dalam proses verifikasi dan menunggu hasil penilaian kelayakan struktur bangunan dari tim teknis di lapangan.
Pemerintah menegaskan bahwa angka operasional sekolah ini bersifat dinamis seiring berjalan digelarnya evaluasi kelaikan bangunan bangunan sekolah yang retak.
Pemerintah pusat bersama kementerian lintas sektoral dan pemerintah daerah saat ini tengah memprioritaskan pemenuhan sarana darurat agar hak belajar anak-anak Flores tetap terpenuhi di tengah keterbatasan sarana pascabencana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mengejar Target Kelas Darurat Flores: Distribusi Tenda Sekolah Mulai Masuki Wilayah Prioritas
Upaya pemenuhan sarana belajar darurat bagi anak-anak terdampak gempa bumi
bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores kini memasuki fase krusial. Distribusi gelombang awal berupa 50 unit tenda ruang kelas darurat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dijadwalkan tiba di Pelabuhan Labuan Bajo hari ini,
Sabtu (22/8/2026), menggunakan armada kapal laut KM Dharma Rucitra 7.
Halaman Selanjutnya
Berdasarkan data kebutuhan riil yang dihimpun tim reaksi cepat di lapangan, total kebutuhan ruang kelas darurat untuk memulihkan rutinitas belajar di seluruh Pulau Flores mencapai 1.679 unit. Pemerintah menetapkan tiga wilayah prioritas dengan tingkat kebutuhan tertinggi, yaitu Kabupaten Manggarai (562 ruang), Kabupaten Manggarai Timur (330 ruang), dan Kabupaten Nagekeo (321 ruang).

4 days ago
3
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

