Jakarta, VIVA – Bank Indonesia mendorong negara-negara anggota BRICS untuk memperdalam integrasi keuangan dengan mempercepat transaksi mata uang lokal (LCT) dan tingkatkan konektivitas pembayaran lintas batas. Hal tersebut guna melindungi ekonomi kawasan dari risiko geopolitik dan fragmentasi pasar global.
Hal itu disampaikan Gubernur BI Destry Damayanti dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS (BRICS FMCBG) ke-2 yang diselenggarakan pada 9–10 September di Mumbai, India. Dia menekankan pentingnya menjaga stabilitas sekaligus mendorong sumber pertumbuhan baru di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Indonesia melihat adanya peluang strategis bagi BRICS untuk mengubah berbagai tantangan menjadi ketahanan bersama melalui penguatan kerja sama konkret, termasuk transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas batas, dengan tetap memperhatikan tahapan pembangunan dan prioritas nasional masing-masing negara," ujar Damayanti dalam sebuah pernyataan, dikutip Sabtu, 12 September 2026.
Di sela-sela pertemuan tersebut, Damayanti bertemu dengan Gubernur Reserve Bank of India (RBI) Sanjay Malhotra untuk mempercepat integrasi keuangan Indonesia-India. Diskusi mereka berfokus pada perluasan kerangka kerja Transaksi Mata Uang Lokal Indonesia-India, pembentukan *Local Currency Bilateral Swap Arrangement* (LCBSA), serta menghubungkan sistem pembayaran kode QR lintas batas antara kedua negara.
Menurut BI, dialog bilateral ini merupakan langkah konkret untuk menerjemahkan komitmen BRICS menjadi konektivitas ekonomi dan keuangan praktis yang memberikan manfaat bersama.
Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh para pimpinan bank sentral dan menteri keuangan dari negara-negara anggota BRICS, termasuk Indonesia, Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Iran.
Para delegasi mengakhiri pertemuan dengan menyepakati pernyataan bersama yang mencerminkan komitmen kolektif untuk mengatasi tantangan ekonomi global melalui kerja sama strategis di bidang transformasi digital, kecerdasan buatan (*artificial intelligence*), ketahanan siber, keuangan berkelanjutan, dan penggunaan mata uang lokal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
BRICS juga menegaskan kembali dorongannya untuk reformasi arsitektur keuangan global yang lebih luas, khususnya dengan mengadvokasi restrukturisasi tata kelola Dana Moneter Internasional (IMF) yang meningkatkan suara dan representasi negara-negara berkembang.
Ke depan, BI menekankan perlunya mendorong dialog dan berperan sebagai jembatan di tengah lanskap global yang semakin terfragmentasi. Melalui sinergi antara BI dan pemerintah, Indonesia akan terus berkontribusi pada agenda kerja sama internasional guna menghasilkan capaian nyata dan inklusif yang mencerminkan prioritas nasional serta memperkuat stabilitas ekonomi dan keuangan jangka panjang. (Ant)
Pidato Anin Disimak Putin hingga Modi, Paparkan Visi Besar Presiden Prabowo di Hadapan Pemimpin Dunia
Ketum Kadin Anindya Bakrie berpidato di hadapan Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta sejumlah pemimpin dunia lain di India.
VIVA.co.id
12 September 2026

1 day ago
8













