VIVA –Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan sejumlah dokter spesialis ortopedi untuk menangani warga yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama korban yang mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, dokter spesialis ortopedi dari Makassar dan Surabaya telah dikirim ke delapan kabupaten terdampak untuk memperkuat penanganan medis. Sejumlah dokter bahkan telah melakukan operasi terhadap korban luka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Dokter ahli ortopedi dari Makassar dan Surabaya sudah datang. Jadi kemarin kita kirim ke delapan kabupaten, kita pencar dokter. Sekarang sudah melakukan penanganan, bahkan tindakan operasi sudah banyak sekali dilakukan," jelasnya.
Ia mengatakan, untuk mempercepat penanganan, Kementerian Kesehatan telah mengerahkan dokter spesialis ortopedi dari Makassar, Sulawesi Selatan, dan Surabaya, Jawa Timur ke sejumlah wilayah terdampak.
"Para dokter telah disebar ke delapan kabupaten untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban. Sejumlah tindakan operasi juga telah dilakukan," tuturnya.
Benjamin mengatakan, saat ini tim paramedis bersama para dokter telah dikerahkan untuk melakukan penanganan. Mayoritas korban mengalami cedera akibat tertimpa material bangunan saat gempa terjadi.
"Ya karena fraktur, karena tertimpa reruntuhan bangunan, paling banyak karena itu," ucapnya. (Ant)
Jumlah Korban Jiwa Terus Bertambah
Berdasarkan pembaruan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per Kamis 20 Agustus 2026 pada pukul 16.00 WIB, gempa yang mengguncang Nagakeo NTT menyebabkan 75 orang meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan empat korban tambahan tercatat di tiga kabupaten. Dua korban tambahan berasal dari Kabupaten Sikka. Sementara masing-masing satu korban tercatat di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo.
Di sisi lain, jumlah warga yang mengalami luka juga meningkat. BNPB mencatat sebanyak 907 orang mengalami luka-luka, bertambah sembilan orang dari sebelumnya 898 orang. Jumlah pengungsi juga melonjak menjadi 92.735 jiwa. Sebelumnya, BNPB mencatat terdapat 59.647 warga yang mengungsi dengan rincian yang paling banyak berasal dari Kabupaten Nagekeo 21.883 jiwa bertambah, di Kabupaten Manggarai bertambah 9.649 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat bertambah 1.556 jiwa
Halaman Selanjutnya
3.752 Gempa Susulan Hingga Kamis 20 Agustus 2026

6 days ago
8
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

