Bareng Titiek Soeharto, Siswa Penyandang Disabilitas Sumringah Masuk di Istana Kepresidenan Yogyakarta

1 week ago 13

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Yogyakarta, VIVA – Sebanyak 100-an siswa beserta pendamping dari sekolah luar biasa (SLB) di wilayah Yogyakarta tak melewatkan kesempatan langka masuk Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Rabu 12 Agustus 2026.

Mereka semringah bisa masuk kawasan megah yang dijuluki Gedung Agung ini. Apalagi bisa foto bareng sejumlah tamu-tamu penting sembari berjalan bersama mengunjungi museum untuk menikmati koleksi yang legendaris. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seratusan siswa dan pendamping ini khusus dipersiapkan oleh Panita Suara Inklusi untuk Semua dari Diwa Foundation masuk Gedung Agung sebagai bagian dari Program Istana Untuk Rakyat (Istura). Mereka mengaku antusias dihadirkan di gedung megah yang terletak di Jalan Malioboro jantungnya Kota Yogyakarta ini.

Para siswa penyandang disabilitas ini sempat berfoto bareng di gedung utama Istana Kepresidenan Yogyakarta bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), Mendikdasmen Abdul Muti, Wagub Paku Alam X, Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta Deni Mulyana, Anggota DPD RI Daud Yordan, Forkominda Prov DIY, Wali Kota/dan Bupati di wilayah Provinsi Yogyakarta.

Dilan (16), siswa SLB Pembina Kota Yogyakarta menyampaikan pengalamannya kepada media. 

"Senang sekali. Saya pertama kali masuk Istana Negara Yogyakarta. Kapan-kapan lagi kalau diajak masuk istana, ikut!" ucap penyandang grahita ini sambil tersenyum.

Nurkhasanah, Ketua MKKS Provinisi DIY mengungkapkan kekagumannya. Ia memberikan apresiasi kepada pihak Gedung Agung dan Diwa Foundation selaku penggagas atas peristiwa bersejarah ini.  

Ia sangat mengapresiasi Diwa Foundation untuk melibatkan anak penyandang disabilitas karena mereka punya hak yang untuk merasakan masuk Gedung Agung. 

"Harapannya Diwa Foundation bisa berkolaborasi untuk kegiatan lainya, terutama spesifik untuk mengangkat anak-anak penyandang disabilitas. Agar karya mereka bisa dilihat dan dimanfaatkan masyarakat," imbuhnya.

Menurut Ketua Panitia Suara Inklusi untuk Semua 2026, Diah Warih Anjari, kehadiran siswa penyandang disabilitas perwakilan dari wilayah di Yogyakarta ini menjadi sejarah. Apalagi kehadiran mereka dibersamai oleh tokoh penting dan pejabat pemerintahan pusat/daerah dan TNI/Polri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa Bersejarah

Pihak Gedung Agung sudah memberikan perhatian yang sangat istimewa kepada para siswa penyandang disabilitas ini. Mereka diberikan kesempatan masuk istana dan melihat dari dekat kondisinya.

Halaman Selanjutnya

"Jadi para siswa ini tidak lagi hanya mendengar kemegahan Gedung Agung. Mereka bisa masuk gedung bersejarah ini dan melihat koleksi-koleksinya," ucap Diah Warih sekaligus inisiator "Suara Inklusi untuk Semua 2026".

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |