Baru 32 Persen Sampah di Indonesia yang Terkelola, Ini Kunci Penting untuk Mengatasinya

3 weeks ago 7

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:59 WIB

Jakarta, VIVA – Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, baru sekitar 32 persen sampah di Indonesia yang terkelola dengan baik. Artinya, masih ada sebagian besar sampah yang belum tertangani secara optimal. Kondisi ini menegaskan bahwa perubahan perilaku sehari-hari menjadi kunci penting.

Untungnya, isu sampah dan keberlanjutan kini tak lagi sekadar wacana. Dalam dua tahun terakhir, semakin banyak anak muda yang terlibat langsung dalam aksi nyata pengelolaan sampah berbasis komunitas. Melalui kampanye Indonesia Asri yang dimulai pada 2023, lebih dari 3.300 orang ikut ambil bagian dalam berbagai program edukasi dan kegiatan lingkungan. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka terlibat dalam berbagai inisiatif seperti #AksiAsri Operasi Semut, #CircleofBeauty, #AksiAsriKreasi, dan #AksiAsriBeralih, hingga kelas-kelas edukatif yang mendorong praktik ekonomi sirkular dalam keseharian.

Salah satu kegiatan yang cukup mencuri perhatian adalah #AksiAsri Operasi Semut. Konsepnya sederhana: memilah sampah bersama-sama di ruang terbuka. Meski terdengar simpel, dampaknya nyata. Program ini sudah dilakukan 10 kali dengan melibatkan lebih dari 200 sukarelawan dan berhasil memilah 236 kilogram sampah ke dalam empat kategori—plastik, organik, kertas, dan lainnya.

Gerakan ini juga menyentuh level komunitas lewat penguatan bank sampah. Beberapa bank sampah di Jakarta Selatan dan lingkungan sekolah ikut diberdayakan melalui kolaborasi dan studi tiru untuk memperkuat kapasitas pengelolaan sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis sampah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chrysanthi Tarigan, Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, menilai keberlanjutan harus dimulai dari kebiasaan kecil yang konsisten.

“Kampanye Indonesia Asri berangkat dari kesadaran bahwa keberlanjutan berawal dari kebiasaan hidup yang kita lakukan sehari-hari. Melalui kampanye ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dan menjadi bagian dari perubahan, sekecil apapun langkahnya. Kami memandang Indonesia Asri sebagai komitmen jangka panjang untuk membangun kesadaran lingkungan bersama, dengan harapan kita dapat mewariskan Indonesia yang lebih asri dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Kami ingin mengundang seluruh pihak untuk berkolaborasi mendukung gaya hidup berkelanjutan agar dampak positifnya dapat dirasakan secara luas,” jelas Chrysanthi, dalam keterangannya, dikutip Kamis 12 Februari 2026. 

Halaman Selanjutnya

Memasuki tahun ketiga, kampanye ini disebut akan memperluas kolaborasi, termasuk dengan institusi pendidikan dan komunitas yang lebih beragam. Harapannya, semakin banyak ruang belajar dan praktik langsung yang bisa diakses generasi muda untuk menjadikan gaya hidup berkelanjutan sebagai bagian dari keseharian—bukan sekadar tren, melainkan kebiasaan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |