Beijing, VIVA – Baterai menjadi salah satu komponen paling penting pada mobil listrik karena menentukan jarak tempuh, bobot kendaraan, hingga karakter pengemasan di dalam mobil. Menariknya, dua baterai dengan kapasitas sama ternyata bisa memiliki bentuk, konstruksi, dan kepadatan energi yang berbeda.
Hal itu terlihat dari pembongkaran baterai yang digunakan Xiaomi SU7 Standard Edition. Disadur VIVA Otomotif dari CNC, Rabu 12 Agustus 2026, sel CATL Shenxing berkapasitas 186,7 Ah tersebut dibandingkan secara fisik dengan sel FinDreams milik BYD yang memiliki kapasitas sama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari hasil pengukuran, sel CATL memiliki bobot sekitar 3,4 kilogram. Sementara sel FinDreams yang menjadi pembanding memiliki bobot 3,2 kilogram, sehingga terdapat selisih sekitar 200 gram meski kapasitas keduanya sama.
Perbedaan juga terlihat pada kepadatan energinya. Berdasarkan perhitungan dari ukuran dan bobot sel yang dibongkar, CATL memiliki kepadatan energi gravimetrik sekitar 175,7 Wh/kg, sedangkan FinDreams mencapai 186,7 Wh/kg.
Artinya, dalam sampel yang diuji, sel CATL memiliki kepadatan energi berdasarkan bobot sekitar 6,3 persen lebih rendah. Kepadatan energi berdasarkan volume juga tercatat sekitar 369 Wh/liter untuk CATL dan 389,8 Wh/liter untuk FinDreams.
Namun, perbedaan tersebut tidak berarti salah satu baterai otomatis lebih baik secara keseluruhan. Data itu berasal dari satu sel yang dibongkar, sementara performa baterai mobil listrik secara utuh juga dipengaruhi sistem pendinginan, konfigurasi pack, manajemen baterai, serta perangkat keselamatan lainnya.
Yang tidak kalah menarik justru struktur di dalam sel CATL. Hasil pembongkaran memperlihatkan adanya empat inti gulungan atau jelly roll yang ditempatkan dalam satu rumah aluminium keras.
Sementara itu, sel FinDreams menggunakan konstruksi berbeda. Baterai berbentuk panjang tersebut memakai metode stacking, yakni lapisan elektroda dan separator disusun secara berurutan di dalam casing aluminium.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perbedaan bentuknya cukup mencolok. Sel CATL berukuran sekitar 213 x 80 x 95 mm, sedangkan sel FinDreams memiliki panjang sekitar 620 mm dengan lebar 24 mm dan tinggi 103 mm.
Pengujian yang dilakukan juga memperlihatkan karakter berbeda ketika sel CATL mendapat perlakuan ekstrem. Sel yang sudah terisi penuh ditusuk menggunakan lebih dari 20 paku baja dan menghasilkan asap, tetapi tidak terlihat api terbuka atau ledakan pada tahap tersebut.
Halaman Selanjutnya
Dalam proses pembongkaran berikutnya, material internal sel kemudian terbakar ketika lapisan-lapisannya dipisahkan secara paksa. Pengujian ini dilakukan dalam kondisi berbeda dan tidak bisa dijadikan kesimpulan mengenai keamanan seluruh baterai Xiaomi SU7 atau kemampuan baterai menghadapi kecelakaan.

2 weeks ago
9
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

