Beli Mobil Mahal-mahal, Fitur Canggihnya Justru Dimatikan

3 days ago 11

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:25 WIB

London, VIVAMobil baru saat ini semakin dipenuhi teknologi untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan pengemudi. Namun, sejumlah fitur yang kemungkinan ikut memengaruhi harga kendaraan ternyata justru jarang dipakai, bahkan sengaja dimatikan oleh pemiliknya.

Hal itu terungkap dalam survei yang dilakukan Censuswide terhadap 1.350 pengemudi di Inggris pada musim panas 2026. Penelitian yang dipesan oleh grup diler Dick Lovett tersebut menunjukkan bahwa tidak semua teknologi modern berhasil menarik perhatian pemilik mobil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disadur VIVA Otomotif dari studi yang dipublikasikan Dick Lovett, Minggu 23 Agustus 2026, sebanyak 25,9 persen pemilik mobil yang memiliki adaptive cruise control mengaku tidak pernah menggunakannya. Bahkan, 7 persen responden mengaku tidak tahu cara mengoperasikan fitur tersebut.

Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah fitur bantuan pengemudi lainnya. Hampir 18 persen responden memilih tidak menggunakan lane-keeping assist, sementara 21,3 persen bahkan sengaja menonaktifkan sistem pengereman darurat otomatis.

Sejumlah pengemudi menilai teknologi tersebut terlalu agresif saat bekerja. Alih-alih dianggap membantu, fitur keselamatan tersebut justru dirasakan mengganggu dalam kondisi berkendara tertentu.

Fitur canggih lain yang ikut kurang diminati adalah asisten suara. Sebanyak 17,8 persen pemilik mobil yang memilikinya mengaku tidak menggunakan teknologi tersebut.

Augmented reality head-up display juga mengalami nasib serupa, dengan 17,1 persen pemilik memilih tidak pernah menyalakannya. Sebanyak 7 persen lainnya bahkan mengaku tidak mengetahui cara mengoperasikan fitur tersebut.

Sementara fitur yang identik dengan kenyamanan juga tidak selalu dipakai secara rutin. Hanya 22 persen pemilik mobil dengan kursi pijat yang mengaku sering menggunakan fitur tersebut.

Penggunaan AR head-up display secara rutin hanya mencapai 22,4 persen, sedangkan fitur remote start digunakan secara reguler oleh 24,5 persen pemilik. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin banyak fitur belum tentu semuanya dianggap penting oleh konsumen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebaliknya, teknologi yang lebih sederhana justru menjadi favorit pengemudi. Bluetooth menjadi fitur yang paling banyak dianggap penting, dengan 58,3 persen responden mengaku tidak bisa hidup tanpa konektivitas tersebut.

Kamera mundur digunakan secara rutin oleh 45,7 persen responden, disusul navigasi bawaan 44,5 persen. Sementara itu, 41 persen pengemudi secara rutin memanfaatkan fitur pemanas kaca depan.

Halaman Selanjutnya

Hasil survei tersebut juga memperlihatkan bahwa fitur canggih tidak otomatis menjadi penentu utama pengalaman berkendara. Bagi sebagian besar pemilik, teknologi yang mudah digunakan dan benar-benar dibutuhkan sehari-hari justru lebih sering dimanfaatkan dibanding sederet fitur yang kompleks.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |