VIVA – Musik kembali menjadi medium untuk menyuarakan isu kemanusiaan. Sejumlah musisi lintas negara dari Indonesia dan Malaysia berkolaborasi meluncurkan single berjudul Our Power, sebuah lagu pop-rock alternatif yang membawa pesan solidaritas bagi rakyat Palestina.
Tak sekadar menjadi karya musik, Our Power juga diposisikan sebagai anthem bagi sejumlah gerakan kemanusiaan internasional, seperti Global Sumud Flotilla dan Global March, yang menggalang dukungan untuk membuka akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kolaborasi ini diprakarsai oleh Tanah Para Nabi (TPN) Movement bersama Friends of Palestine. Sejumlah nama yang terlibat di antaranya Bella Fawzi, Cholil Mahmud, Noh Salleh, Eka Annash, Lala Karmela, hingga Kayda.
Bella Fawzi mengungkapkan bahwa lagu tersebut lahir dari kegelisahan para musisi yang melihat konflik di Palestina tak kunjung berakhir. Menurutnya, musik dipilih karena mampu menjangkau lebih banyak orang sekaligus menyampaikan pesan kemanusiaan.
"Judul lagunya adalah 'Our Power' yang bercerita tentang harapan kami dan juga keresahan kami atas isu Palestina yang tidak kunjung usai. Kami tidak berdiri sendirian, karya ini dibantu oleh banyak sekali teman-teman luar biasa untuk menyuarakan apa yang benar bagi kebebasan Palestina," kata Bella Fawzi, sebagaimana dikutip Sabtu 11 Juli 2026.
Sementara itu, CEO Friends of Palestine, Rayyan Abdalla, menilai seni memiliki kekuatan besar untuk menjaga perhatian dunia terhadap isu Palestina. Ia berharap lagu ini dapat menjadi salah satu medium yang menghubungkan pesan kemanusiaan kepada masyarakat luas.
"Di saat kekuasaan terlalu sering digunakan untuk membungkam kebenaran, kami memilih musik untuk menjadi kekuatan kami demi membebaskan bangsa. Seni suatu hari nanti akan menjadi pintu bagi kebebasan, pintu untuk berbagi kebenaran, dan pintu untuk berbagi kemanusiaan," ujar Rayyan Abdalla.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kolaborasi lintas negara ini juga mendapat perhatian dari musisi Malaysia, Noh Salleh. Ia menilai proyek Our Power menjadi simbol persatuan Indonesia dan Malaysia dalam menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan.
"Sebenarnya Palestina yang sedang membebaskan kita, bukan kita membebaskan Palestina. Indonesia dan Malaysia mungkin sering terpisah karena urusan mie goreng atau rendang, tapi hari ini kita bersatu karena Palestina untuk menghidupkan kemanusiaan," tegasnya.
Halaman Selanjutnya
Di balik proses produksinya, Our Power dikerjakan secara jarak jauh selama kurang lebih satu bulan. Para musisi melakukan rekaman vokal di studio masing-masing yang berada di Indonesia dan Malaysia sebelum seluruh materi digabungkan menjadi satu karya.

3 hours ago
1











