VIVA – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini tidak lagi terbatas pada dunia kerja, pendidikan, atau kebutuhan produktivitas. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi ini mulai merambah berbagai aktivitas sosial dan hiburan dengan menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif bagi para penggunanya.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa AI mulai dimanfaatkan sebagai alat untuk mempermudah interaksi antarmanusia. Jika sebelumnya teknologi identik dengan otomatisasi pekerjaan, kini sejumlah pengembang mulai mengeksplorasi bagaimana AI dapat membantu orang bertemu, berkenalan, hingga membangun komunikasi dalam berbagai kegiatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Fenomena tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi digital terus berkembang mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat. Berbagai konsep berbasis AI kini tidak hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga mencoba menghadirkan pengalaman baru yang lebih personal dalam aktivitas sehari-hari.
Perkembangan AI disebut tidak semestinya hanya difokuskan pada peningkatan produktivitas, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman baru yang lebih dekat dengan masyarakat.
Selama ini banyak bisnis AI berfokus pada tools dan produktivitas. Tapi ternyata AI juga bisa menghadirkan pengalaman hiburan yang menyenangkan tanpa membuat orang harus memahami teknologinya terlebih dahulu. Ai juga dilihat memiliki peluang besar untuk berkembang tidak hanya sebagai software, tetapi juga sebagai experience dan entertainment. Hal itu seperti yang diutarakan Tommy Teja, Co-Founder Aico saat memperkenalkan HoWePlay, aplikasi party berbasis AI.
Kehadiran AI juga disebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan sosial, bukan menggantikan interaksi langsung antarmanusia. Banyak orang melihat AI sebagai teknologi yang membuat manusia semakin sering berinteraksi dengan mesin. Tapi AI dipercaya bisa mempererat hubungan antarmanusia, bukan menggantikannya, seperti kata Co-Founder lainnya, Reynaldi Francois.
Melalui aplikasi yang diuji coba dalam sebuah acara di salah satu venue milik Holywings tersebut, peserta hanya perlu memindai QR Code, mengisi data kelahiran seperti tahun, bulan, hari, dan jam lahir, lalu sistem AI menganalisisnya menggunakan pendekatan BaZi (astrologi Tiongkok) untuk memberikan rekomendasi tingkat kecocokan. Hasil pencocokan langsung muncul di ponsel peserta, sementara pasangan dengan tingkat kecocokan tertinggi juga ditampilkan pada layar utama acara.

2 hours ago
1











