Qianjiang, VIVA – Teknologi yang selama ini identik dengan dunia balap MotoGP perlahan mulai hadir pada motor produksi massal. Setelah sistem elektronik dan perangkat keselamatan semakin canggih, kini pengembangan beralih ke sektor aerodinamika yang diklaim mampu meningkatkan performa sekaligus stabilitas saat berkendara.
Pabrikan asal China, QJMotor, menjadi salah satu yang tengah mengembangkan teknologi tersebut. Perusahaan itu baru mengajukan paten untuk sistem active winglet, yakni sayap aerodinamika yang dapat bergerak secara otomatis mengikuti kondisi berkendara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan dokumen paten yang beredar, disadur VIVA Otomotif dari Rideapart Sabtu 11 Juli 2027, sistem tersebut akan dipasang pada motor sport QJMotor, diduga SRK 800 RR atau SRK 921 RR. Kedua model itu sebelumnya sudah menggunakan winglet statis, namun versi terbaru memungkinkan komponen tersebut bergerak secara independen.
Pergerakan winglet dikendalikan oleh Inertial Measurement Unit (IMU), perangkat elektronik yang juga digunakan untuk membaca posisi dan pergerakan motor. Dengan memanfaatkan data tersebut, sudut winglet dapat berubah secara otomatis untuk menyesuaikan aliran udara.
Teknologi ini diklaim mampu membantu motor lebih stabil saat melaju dalam kecepatan tinggi, meningkatkan respons ketika memasuki tikungan, hingga memberikan efek aerodinamika yang lebih optimal saat pengereman keras. Prinsip kerjanya disebut mirip dengan ailerons pada pesawat terbang.
Konsep aerodinamika aktif sebenarnya bukan hal baru di dunia otomotif. Formula 1 telah lama memanfaatkan teknologi serupa untuk mengurangi hambatan udara di lintasan lurus sekaligus meningkatkan daya tekan saat menikung.
Di industri sepeda motor, teknologi tersebut masih tergolong langka. Salah satu contoh yang sudah diproduksi adalah Moto Guzzi V100 Mandello yang menggunakan deflektor udara dan windscreen adaptif untuk meningkatkan kenyamanan pengendara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
QJMotor bukan satu-satunya pabrikan yang tertarik mengembangkan inovasi ini. Sebelumnya, CFMoto juga memperkenalkan konsep active winglet pada superbike V4 SR-RR, yang menggunakan sayap depan dengan sudut yang dapat berubah secara elektronik sesuai kondisi berkendara.
Meski baru sebatas paten dan belum dipastikan kapan akan diproduksi massal, langkah QJMotor menunjukkan bahwa teknologi yang dahulu hanya ditemukan di lintasan balap kini semakin dekat untuk digunakan pada motor yang dipasarkan kepada konsumen
Teknologi Face Recognition Jadi Standar Baru Naik Kereta
Teknologi face recognition mulai diterapkan di layanan kereta api Indonesia untuk mempercepat proses boarding. Seberapa aman data biometrik penumpang?
VIVA.co.id
10 Juli 2026

3 hours ago
1











