Jakarta, VIVA – Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan insentif Rp6 juta per hari diberikan sama rata ke seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya menjelaskan awalnya insentif diberikan dalam bentuk sewa untuk membayar fasilitas yang dibangun oleh masyarakat, yaitu lahan bangunan, peralatan masak, atau alat makan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Itu sudah dikenakan Rp2.000 per porsi. Kemudian terlihat banyak orang berlomba-lomba banyak-banyakan penerima manfaat sampai 4.000 atau 4.200 orang. karena dikalikan Rp2.000 kan, jadi Rp8 juta atau lebih per hari, ada juga yang sedikit. Perbedaan ini kemudian kami evaluasi kembali sehingga akhirnya insentif flat Rp6 juta per hari dan standarnya 3.000 penerima," kata Sony seperti dilansir dari Antara, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menegaskan SPPG diperbolehkan memberikan kepada 2.500 penerima manfaat, apabila mitra atau SPPG tersebut dilengkapi juru utama masak atau chef.
"Untuk apa melayani banyak-banyak yang hanya kuantitas, karena kita menekankan kualitas. Jadi kita turunkan jumlah penerima manfaat, sasarannya untuk meningkatkan kualitas," ujar dia.
Untuk itu ia menegaskan kepada tiap SPPG agar tegas menolak bahan-bahan yang kualitasnya tidak sesuai dengan standar dan tidak layak dikonsumsi.
"Kejadian (insiden keamanan pangan) kebanyakan terjadi karena tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). SOP misal jam 6 sore dikirim ikan, ikan dikirim petugasnya tidak mengecek mana yang segar atau tidak, nah apabila itu dilakukan dengan benar, kemudian ada ayam berwarna biru misalnya, itu bisa langsung ditolak," paparnya.
Selain tentang kualitas atau kandungan gizi, BGN juga berkomitmen untuk terus memperbaiki dinamika-dinamika yang terjadi untuk meningkatkan kualitas MBG.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami lakukan ini agar benar-benar semua sempurna, karena semua itu kan bisa bagus ketika melalui proses. Kami terus lakukan kajian dan evaluasi, salah satunya dengan suspend (menghentikan sementara) SPPG-SPPG yang sarana-prasarananya tidak lengkap, sehingga mengakibatkan kejadian (keracunan pangan) tersebut," tuturnya.
BGN Wajibkan SPPG Punya TikTok hingga Instagram, Supaya MBG Bisa Diawasi Masyarakat
BGN Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki media sosial (medsos) Facebook, Instagram, dan TikTok, agar masyarakat dapat turut mengawasi bersama Program MBG.
VIVA.co.id
6 Maret 2026

4 days ago
5










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

