Pati, VIVA – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh 172 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kejadian keracunan makanan di Kabupaten Pati sekaligus untuk memastikan seluruh SPPG menjalankan proses penyiapan makanan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Wakil Kepala BGN, Trenggono, menegaskan bahwa evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya BGN memperkuat pengawasan sekaligus memastikan pembenahan tata kelola yang terus dilakukan sejak kepemimpinan baru berjalan secara konsisten di seluruh SPPG.
“Semenjak kepemimpinan yang baru, kami sudah berupaya semaksimal mungkin memperbaiki tata kelola, kemudian menyiapkan dapur-dapur ini dengan baik. Namun, di antara semua ada satu-dua mungkin yang tidak sesuai dengan SOP, tidak patuh terhadap tahapan-tahapan penyiapan makanan. Ini yang harus kita evaluasi terus,” ujar Trenggono, dikutip Jumat, 11 September 2026.
Hingga saat ini, masih ada 59 orang yang masih membutuhkan perawatan dan kondisinya sudah semakin membaik. "Masih ada 59 orang yang dirawat dan semuanya sudah dalam kondisi yang segera pulih," kata dia.
Karena itu, Trenggono menegaskan BGN tidak akan memberikan toleransi terhadap SPPG yang berdasarkan hasil evaluasi dinilai tidak layak atau tidak mampu memenuhi standar keamanan dalam penyediaan makanan.
“SPPG seperti yang saya sampaikan yang lalu, yang jelas di-suspend. Mungkin kalau dapurnya jelek, suspend permanen. Itu sudah komitmen kita di BGN,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti evaluasi tersebut dengan melakukan pemeriksaan langsung terhadap seluruh SPPG di wilayahnya. Pemeriksaan akan dilakukan bersama jajaran pemerintah daerah dan lintas sektor untuk memastikan kondisi serta kesiapan masing-masing dapur.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kabupaten Pati ini ada sekitar 172 dapur. Kami pastikan minggu depan kami akan datang langsung ke semua SPPG untuk mengecek fasilitas dan kemampuan dapur itu melayani penerima manfaat di Kabupaten Pati,” ujar Chandra.
Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya akan melihat kondisi fisik dapur, tetapi juga kemampuan masing-masing SPPG dalam melayani jumlah penerima manfaat. Hal ini penting untuk memastikan kapasitas dapur sebanding dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani.
Halaman Selanjutnya
“Misalkan dapur ini kecil, dia ternyata mendapatkan pengelolaan manfaat ini sampai 2.500 sampai 3.000. Itu yang akan kami evaluasi,” katanya.

3 days ago
13













