BI: Pembiayaan Perbankan Syariah Capai Rp 720 Triliun Pada Juni 2026

1 week ago 3

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp 720 triliun atau tumbuh 11,43 persen (yoy), pada Juni 2026.

Pejabat Sementara (Pjs.) Gubernur BI, Destry Damayanti menambahkan, hal itu seiring dengan capaian Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 816 triliun atau tumbuh 13,13 persen (yoy).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara di sisi dunia usaha, pada periode yang sama tercatat bahwa rantai pasok halal tumbuh 5,5 persen, dan outstanding sukuk korporasi mencapai sekitar Rp 95 triliun.

"Perkembangan tersebut membuka ruang yang semakin besar bagi pembiayaan syariah untuk mendukung investasi produktif dan ekspansi sektor riil," kata Destry dalam keterangannya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Gedung Bank Indonesia.

Photo :

  • REUTERS/Fatima El-Kareem

Dalam Forum Strategis Pembiayaan Syariah untuk Ekspansi Korporasi, Destry menyampaikan bahwa penguatan konektivitas antara industri halal dan industri keuangan syariah menjadi kunci untuk memperluas akses pembiayaan bagi korporasi.

Terutama untuk mendukung investasi dan ekspansi usaha yang kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut turut memperkuat kontribusi industri halal dan keuangan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada forum tersebut, BI juga menggelar business matching yang mempertemukan 20 Bank Umum Syariah (BUS)/Unit Usaha Syariah (UUS) dengan 51 korporasi untuk menjajaki solusi pembiayaan sesuai kebutuhan usaha.

“Pembiayaan syariah perlu menjadi pilihan strategis dan kompetitif bagi investasi dan ekspansi korporasi. Untuk itu, perlu dibangun pipeline pembiayaan yang bankable, terukur, dan berkelanjutan," ujar Destry.

Dia juga menekankan pentingnya perluasan kapasitas dan inovasi instrumen pembiayaan, serta penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan pemantauan untuk memperkuat pembiayaan korporasi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Ekonomi Syariah Kadin Indonesia, Titi Khoiriah, menyampaikan pentingnya pembiayaan syariah jangka panjang dengan skema dan tenor yang sesuai untuk mendukung ekspansi korporasi.

Sejalan dengan itu, Ketua Hubungan Bisnis Asbisindo sekaligus Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob Tyasika Ananta menekankan pentingnya pendekatan berbasis ekosistem yang menghubungkan korporasi dengan rantai pasok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pendekatan ini memungkinkan perbankan syariah memperluas pembiayaan untuk modal kerja, sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan dunia usaha," kata Bob.

Adapun melalui program Bulan Pembiayaan Syariah dan Percepatan Intermediasi Indonesia, Bank Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi untuk memperluas akses pembiayaan dan mempercepat realisasi pembiayaan syariah ke sektor riil. (Ant).

Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie

PSI Sebut Sinergi Pemerintah dan BI Penting untuk Jaga Stabilitas

Sekretaris Dewan Pembina PSI, yakni Grace Natalie, mendorong proses pergantian kepemimpinan BI berjalan sesuai konstitusi dan ketentuan perundang-undangan.

img_title

VIVA.co.id

12 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |