VIVA – Kabar duka datang dari industri hiburan Jepang. Bintang porno Hana Kuraki ditemukan meninggal dunia di sebuah apartemen di kawasan Kabukicho, Jepang, pada Sabtu malam waktu setempat, 12 September 2026.
Hana Kuraki diketahui masih berusia 25 tahun. Hingga kini, penyebab kematian aktris dewasa tersebut belum diumumkan secara resmi oleh pihak kepolisian maupun agensi yang menaunginya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, kabar kepergian Hana kembali memunculkan sejumlah pertanyaan di tengah publik. Pasalnya, beberapa bulan sebelum meninggal dunia, sang aktris sempat menghilang sementara dari aktivitas hiburan setelah mengalami cedera serius pada bagian wajah dan rahang.
Sorotan semakin besar setelah Sakito, pemilik klub host sekaligus petarung BreakingDown, mengungkap sejumlah informasi melalui akun X miliknya. Ia mengaku berada di lokasi ketika kabar kematian Hana diketahui.
“Saya sangat sedih dan hancur mengetahui meninggalnya Hana Kuraki. Saya menyampaikan duka cita yang mendalam,” tulis Sakito, mengutip Tokyo Reporter, Minggu 13 September 2026.
Meski demikian, Sakito meluruskan bahwa dirinya bukan orang pertama yang menemukan jasad Hana. Ia datang ke apartemen setelah mendapat telepon dari seorang teman korban.
Apartemen tempat Hana ditemukan disebut disewa atas nama Shota Taira, seorang host papan atas dari kelompok L’s Collection di Kabukicho.
Dalam dunia hiburan malam Jepang, host merupakan pria yang bekerja di klub malam untuk menemani pelanggan perempuan, menuangkan minuman, serta memberikan hiburan.
Dugaan Kekerasan Kembali Mencuat
Nama Taira ikut menjadi perhatian karena sebelumnya beredar tudingan di internet yang mengaitkannya dengan cedera serius yang dialami Hana.
Pada Juni 2026, Hana mengumumkan hiatus dari dunia hiburan. Saat itu, ia menyebut cedera pada wajah dan rahangnya terjadi akibat "kecelakaan lalu lintas".
Belakangan, muncul laporan anonim di internet yang menuding cedera tersebut bukan disebabkan kecelakaan, melainkan dugaan kekerasan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam klaim tersebut, Taira disebut menggunakan mobil mewah Maybach untuk menyeret Hana di atas aspal ketika korban berusaha masuk ke kendaraan.
Tudingan itu kemudian semakin ramai setelah beredar dokumen anonim yang diklaim berkaitan dengan penyelesaian kasus di luar pengadilan. Dokumen tersebut disebut memuat perjanjian penyelesaian serta surat permintaan maaf dari Taira.
Halaman Selanjutnya
Meski begitu, informasi tersebut masih berupa klaim dan dokumen yang beredar di internet. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang mengonfirmasi tudingan tersebut sebagai fakta maupun menyatakan adanya hubungan antara dugaan kekerasan dengan kematian Hana.

23 hours ago
3













