VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan terus memantau kondisi gelombang laut di wilayah Selat Sunda di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan hasil pemantauan, Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, mengatakan bahwa tidak ada peningkatan tinggi gelombang yang signifikan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Untuk ketinggian gelombang tidak teramati adanya peningkatan tinggi gelombang,” kata Ida di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis 10 September 2026.
Terkait hal itu, dia memastikan tidak ada indikasi potensi tsunami yang dipicu oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Ini dapat menunjukkan atau sebagai indikator awal potensi tsunami itu tidak terjadi pada saat erupsi Gunung Anak Krakatau,” ungkap Ida.
Ida menjelaskan hasil serupa juga terlihat dari pemantauan menggunakan radar HF (High Frequency) maupun tide gauge. Data tide gauge menunjukkan tidak adanya peningkatan signifikan tinggi muka air laut di Selat Sunda yang berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Dari pengamatan tide gauge ini terlihat juga tidak ada peningkatan secara signifikan ketinggian gelombang di Selat Sunda yang diakibatkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dengan demikian, berdasarkan pemantauan BMKG terhadap sebaran debu vulkanik, tinggi gelombang, arus laut, radar HF, dan tide gauge, kondisi Selat Sunda saat ini dinyatakan aman dari indikasi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Laporan: tvOnenews/Syifa Aulia
BMKG Ungkap Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Terdeteksi Lagi di Indonesia
Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani mengatakan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sudah tidak terdeteksi lagi di Indonesia.
VIVA.co.id
10 September 2026

3 days ago
6













