Surakarta, VIVA – Sehubung program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) lembaga Special Mission Vehicle (SMV), Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, meminta program renovasi dan pembangunan rumah layak huni (RLH) di kawasan kumuh Semanggi, Kota Surakarta, segera dirampungkan.
Ada empat SMV yang terlibat dalam pengentasan kawasan kumuh ini, yakni PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Pusat Investasi Pemerintah (PIP), dan PT Geo Dipa Energi. SMF bertindak sebagai koordinator sekaligus kontributor terbesar pada program TJSL SMV Kementerian Keuangan tahun 2025.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Direktur Utama (Dirut) SMF, Ananta Wiyogo, menyampaikan sebanyak 37 unit dibangun oleh SMF dengan nilai kontribusi sekitar Rp4,48 miliar. Di mana pembagunan dan renovasi meargetkan sebanyak 56 unit rumah.
![]()
Program TJSL ini menargetkan pembangunan 56 unit yang tersebar di RW 02, 03, 04, dan 05 di kawasan Semanggi, Kelurahan Sangkrah, Kota Surakarta. Penataan kawasan kumuh bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial badan usaha milik negara (BUMN) untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Suahasil mengatakan, masyarakat yang tinggal bantaran sungai juga memiliki hak atas tempat tinggal yang layak dan lingkungan baik dan tertata. Sayangnya, sejumlah rumah di kawasan Semanggi belum memenuhi target.
“Saya juga diberi update bahwa masih ada beberapa pembangunan lagi, masih ada yang belum selesai. Saya minta kepada seluruh badan usaha untuk melanjutkan, menyelesaikan,” ujar Suahasil saat meninjau pembangunan RLH di kawasan Semanggi, Kelurahan Sangkrah, Kota Surakarta pada Kamis, 12 Februari 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Bos SMF menyampaikan berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai target. Ananta mengatakan pembangunan akan rampung sepenuhnya pada tahap dua tahap.
Ananta merinci, Pembangunan rumah di kawasan Semanggi ini dimulai sejak Mei 2025 yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup 37 unit rumah, sementara 19 unit sisanya ditargetkan rampung tahun ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kurang lebih ada 19 unit rumah (yang belum selesai dibangun) dan diharapkan selesainya bulan Juli atau Juni 2026 ini,” ujar Ananta.
Ia menjelaskan, seluruh rumah dibangun di atas lahan seluas 1.120 meter persegi yang telah diserahkan Pemerintah Kota Surakarta. Setiap unit berdiri di atas lahan 20 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 36–40 meter persegi yang mengusung konsep dua lantai yang fungsional dan ramah lingkungan.
Halaman Selanjutnya
Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan SMV dalam mendukung penuntasan kawasan kumuh terakhir di Kota Surakarta. Inisiatif ini selaras dengan program nasional pemerintah untuk menekan backlog perumahan serta penghapusan kemiskinan ekstrem.

3 weeks ago
12










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

