VIVA – Gen Z mulai membawa perubahan besar dalam budaya kerja. Jika generasi sebelumnya cenderung menerima berbagai aturan kantor sebagai bagian dari pekerjaan, Gen Z justru lebih berani mempertanyakan kebiasaan tersebut.
Bagi mereka, pekerjaan bukan satu-satunya bagian penting dalam hidup. Fleksibilitas, kesehatan mental, dan work-life balance menjadi pertimbangan utama. Melansir dari YourTango, berikut enam kebiasaan di tempat kerja yang semakin sulit diterima Gen Z.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
1. Jadwal Kerja yang Terlalu Kaku
Sistem kerja pukul 09.00 hingga 17.00 dulu menjadi hal yang umum. Namun, Gen Z lebih menyukai fleksibilitas selama pekerjaan selesai sesuai target.
Pengalaman bekerja dari rumah selama pandemi membuat mereka mengetahui bahwa produktivitas tidak selalu bergantung pada keharusan berada di kantor dalam jam tertentu.
2. Pekerjaan Menguasai Kehidupan Pribadi
Gen Z tidak ingin pekerjaan mengambil sebagian besar waktu hidup mereka. Bekerja terlalu lama dianggap berisiko menyebabkan stres dan kelelahan.
Mereka ingin tetap punya waktu untuk keluarga, teman, beristirahat, hingga menjalankan hobi. Bagi generasi ini, kehidupan di luar kantor sama pentingnya dengan karier.
3. Rapat Tatap Muka Terlalu Sering
Gen Z bukan berarti menolak semua rapat langsung. Masalah muncul ketika hampir setiap hal harus dibahas melalui pertemuan.
Jika informasi sebenarnya bisa disampaikan lewat email atau pesan singkat, rapat dianggap hanya membuang waktu. Terlalu banyak rapat juga berpotensi membuat pekerjaan menumpuk dan akhirnya harus diselesaikan setelah jam kantor.
4. Struktur Atasan dan Bawahan yang Terlalu Kaku
Gen Z cenderung menyukai lingkungan kerja yang terbuka dan kolaboratif. Mereka ingin dapat menyampaikan pendapat tanpa merasa terhalang jabatan.
Bagi mereka, posisi seseorang di perusahaan tidak otomatis membuat pendapatnya lebih berharga dibandingkan karyawan lain.
5. Tuntutan Loyalitas kepada Perusahaan
Bekerja bertahun-tahun di satu perusahaan dulu dianggap sebagai tanda loyalitas. Namun, Gen Z lebih terbuka terhadap perpindahan pekerjaan demi mendapatkan kesempatan, gaji, atau posisi yang lebih baik.
Mereka tidak ingin menunggu terlalu lama jika perusahaan tidak menawarkan perkembangan karier yang jelas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
6. Wajib Berpakaian Formal
Aturan berpakaian formal juga semakin dipertanyakan. Gen Z menilai kemampuan dan hasil kerja seharusnya lebih penting daripada pakaian yang dikenakan.
Halaman Selanjutnya
Pakaian yang nyaman bahkan dianggap dapat membantu mereka bekerja lebih produktif, selama tetap sesuai dengan kebutuhan dan aturan perusahaan.

3 days ago
6













