Bukan Iblis Biasa, Rephaim Jadi Ancaman Baru di Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

3 days ago 6

Kamis, 10 September 2026 - 19:51 WIB

VIVA – Sosok iblis kuno kembali menjadi pusat perhatian dalam cerita horor tentang eksorsisme. Kali ini, ancaman yang dihadapi bukan hanya menyangkut satu orang atau keluarga, tetapi disebut dapat meluas hingga mengancam banyak orang.

Entitas tersebut bernama Rephaim, sosok kuno yang dikisahkan memiliki hubungan dengan Fallen Angels dan berusaha menjadikan manusia sebagai pengikutnya. Dalam cerita, ada harga besar yang harus dibayar untuk mendapatkan apa yang ditawarkan, yakni nyawa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemunculan Rephaim diperlihatkan dalam trailer resmi film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Film ini kembali menghadirkan Lukman Sardi dan Jerome Kurnia sebagai Romo Rendra dan Romo Thomas yang harus menghadapi ritual eksorsisme dengan ancaman yang lebih besar.

Berbeda dari konflik sebelumnya, teror kali ini berpusat pada Daniel yang diperankan Venly Arauna. Tubuh Daniel dirasuki entitas purba yang digambarkan sangat berbahaya.

Ancaman tersebut tidak berhenti pada Daniel maupun keluarganya. Cerita sekuel ini membawa konflik ke skala yang lebih luas sehingga keselamatan banyak orang ikut dipertaruhkan.

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

Photo :

  • Instagram/kuasagelap.id

“Fallen Angels selalu mencoba mempengaruhi manusia untuk membuat perjanjian darah dengan imbalan jiwa mereka. Yang ingin kami angkat di film ini adalah: meskipun manusia telah berdosa dan meninggalkan Tuhan, Tuhan selalu setia. Selama kita masih mau kembali kepada-Nya, Tuhan akan tetap menerima kita dan memberikan berkat serta perlindungan-Nya,” ujar produser Robert Ronny.

Sementara itu, sutradara Rizal Mantovani mengatakan cerita kali ini memiliki skala yang lebih besar dibandingkan film sebelumnya.

“Di sekuelnya, skala ceritanya jauh lebih besar. Film ini tidak hanya berpusat pada satu keluarga, namun juga berdampak pada seluruh wilayah. Taruhannya bukan satu nyawa, tapi banyak,” ujar sutradara Rizal Mantovani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peran dua imam eksorsis kembali menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman Rephaim. Lukman Sardi menilai kesiapan spiritual menjadi salah satu aspek penting dalam ritual eksorsisme.

“Dalam Gereja Katolik, seorang imam eksorsis dituntut mempersiapkan diri secara rohani melalui Sakramen Rekonsiliasi (pengakuan dosa). Kuasa pembebasan berasal dari Kristus, namun disposisi batin dan kesucian hidup sang imam juga sangat penting. Keterbukaan dan kebersihan jiwa sang imam menjadi sarana yang baik untuk efektivitas tindakan eksorsis,” ujar Lukman Sardi.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, Jerome Kurnia menggambarkan hubungan kedua karakter yang kembali menghadapi situasi penuh tekanan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |