Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan Washington tidak akan membiarkan Iran menarik biaya terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Dia bahkan menegaskan Amerika Serikat yang akan menjadi pihak pemungut biaya dari kapal-kapal yang melintas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Harus begitu. Saya tidak akan membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya," kata Trump kepada wartawan, dikutip Selasa, 4 Agustus 2026.
Hal itu tegaskan Trump saat ditanya mengenai kemungkinan Iran kembali membuka akses pelayaran bebas sepenuhnya di jalur perairan tersebut.
Pada 18 Juni, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Namun, pada 8 Juli, Trump menyatakan gencatan senjata tidak lagi berlaku.
Sejak saat itu, militer Amerika Serikat melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara di Timur Tengah.
Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga Amerika Serikat menghentikan campur tangan di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keesokan harinya, Trump menyatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz.
Ia juga mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (Ant)
IHSG Dibuka Menghijau saat Wall Street Melonjak Tajam dan Bursa Asia Anjlok
IHSG dibuka menguat 20 poin atau 0,33 persen di level 6.254 pada pembukaan perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026 dan diprediksi terkoreksi pada perdagangan hari ini.
VIVA.co.id
4 Agustus 2026

1 day ago
2


















