Bukan Sekadar Alat Bantu, Teknologi Kini Bisa Jadi Kunci dalam Penanganan Bencana

23 hours ago 6

Rabu, 9 September 2026 - 22:04 WIB

VIVA – Ketika bencana datang, waktu menjadi salah satu faktor paling berharga. Selisih beberapa menit dalam menerima informasi, menentukan lokasi terdampak, hingga mengirim bantuan dapat memengaruhi keselamatan banyak orang. Di tengah situasi tersebut, teknologi kini tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, tetapi semakin berperan sebagai bagian penting dalam penanganan bencana.

Salah satu pemanfaatan teknologi yang paling krusial adalah sistem peringatan dini. Menurut United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR), dikutip VIVA Rabu, 9 September 2026, sistem peringatan dini merupakan sistem terpadu yang mencakup pemantauan bahaya, prakiraan, penilaian risiko, komunikasi, serta kesiapsiagaan agar masyarakat dapat mengambil tindakan sebelum bencana menimbulkan dampak lebih besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Indonesia, pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi potensi bencana telah diterapkan dalam berbagai sistem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), misalnya, menggunakan berbagai teknologi pengamatan untuk memantau kondisi atmosfer, termasuk radar dan satelit cuaca. Informasi tersebut kemudian menjadi bagian dari layanan prakiraan dan peringatan dini bagi masyarakat.

Untuk ancaman tsunami, BMKG mengoperasikan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). Sistem ini memanfaatkan jaringan sensor seismik, GPS, buoy, dan tide gauge untuk mendeteksi potensi tsunami, menganalisis kondisi, serta menyebarkan informasi peringatan kepada masyarakat.

Teknologi tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana modern tidak hanya bergantung pada respons setelah bencana terjadi. Data yang dikumpulkan sebelum dan ketika suatu ancaman muncul dapat digunakan untuk mempercepat pengambilan keputusan.

Teknologi geospasial atau Geographic Information System (GIS) juga memiliki peran penting. BNPB menjelaskan bahwa teknologi GIS dapat membantu penanganan bencana dengan memberikan informasi mengenai tingkat kerusakan, wilayah berbahaya, populasi yang terancam, hingga infrastruktur penting.

Dalam kondisi darurat, informasi berbasis lokasi menjadi sangat penting. Tim penanggulangan bencana dapat menggunakannya untuk menentukan wilayah yang membutuhkan evakuasi, memetakan akses yang masih tersedia, serta membantu menentukan prioritas distribusi bantuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan kata lain, teknologi dapat membantu mengubah data yang sangat banyak menjadi informasi yang lebih mudah digunakan untuk mengambil keputusan.

Perkembangan teknologi juga membawa kecerdasan buatan (AI) ke dalam sistem pengurangan risiko bencana. UNDRR menyebut AI mulai diintegrasikan dalam berbagai tahapan sistem peringatan dini, mulai dari pengetahuan risiko, deteksi bahaya, pemantauan, prakiraan, penyebaran peringatan, hingga kesiapsiagaan.

Halaman Selanjutnya

Penggunaan AI bukan berarti manusia tidak lagi diperlukan. Justru, teknologi berfungsi membantu memproses informasi dalam jumlah besar sehingga pihak berwenang dapat memperoleh gambaran situasi dengan lebih cepat dan mengambil keputusan berdasarkan data.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |