Bukan Urusan Teknis, Ini Fokus CdM untuk Tim Renang Indonesia di Asian Games 2026

2 weeks ago 16

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:28 WIB

VIVA – Wakil Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026, Harry Warganegara, menegaskan bahwa tim CdM akan berfokus pada dukungan nonteknis bagi tim renang Indonesia selama mengikuti Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang. 

Harry mengatakan urusan teknis sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia bersama jajaran pelatih. Sementara itu, Komite Olimpiade Nasional (NOC) Indonesia melalui tim CdM akan memastikan seluruh kebutuhan pendukung atlet dapat berjalan dengan baik sehingga mereka bisa tampil maksimal di arena pertandingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari NOC Indonesia dan tim CdM, kita siap mendukung bagaimana urusan kenyamanan mereka berangkat, mereka tinggal, mereka berlatih, dan mereka bertanding. Itu tanggung jawab dari kita, NOC Indonesia melalui tim CdM. Tentu urusan teknis, teman-teman dari PB Akuatik Indonesia bersama coach pasti lebih paham," ujar Harry di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa 11 Agustus 2026.

Menurut Harry, tim renang Indonesia datang ke Asian Games 2026 dengan modal hasil pembinaan yang dinilai terus berkembang. Dari total 14 atlet yang akan diberangkatkan, sebanyak 10 di antaranya merupakan debutan di ajang Asian Games.

Ia juga menilai regenerasi yang dilakukan PB Akuatik Indonesia menunjukkan hasil positif. Pada SEA Games 2025 Bangkok, cabang renang Indonesia mengoleksi tiga medali emas, tiga perak, lima perunggu, serta mencatatkan empat rekor nasional. Sementara pada Islamic Solidarity Games, Indonesia meraih satu medali emas, lima perak, dan enam perunggu.

"Kita berharap di Asian Games tidak ada yang tidak mungkin. Tentu targetnya adalah medali. Dan tentu minimal adalah pecahnya rekor dari masing-masing atlet kita," kata Harry.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain memastikan kebutuhan atlet, tim CdM juga telah menyesuaikan persiapan dengan sistem penyelenggaraan Asian Games di Jepang. Berbeda dengan penyelenggaraan multi-event pada umumnya, atlet renang Indonesia tidak akan menginap di Athletes' Village yang terpusat, melainkan di hotel yang telah ditetapkan panitia sebagai bagian dari kawasan akomodasi atlet.

Harry menjelaskan, sistem tersebut diterapkan karena lokasi pertandingan dan jarak antarkawasan di Jepang cukup berjauhan.

Halaman Selanjutnya

"Di Tokyo itu di hotel. Memang di Aichi-Nagoya juga tidak semuanya Athletes' Village tersentralisasi. Ada yang di kapal, ada yang di Villa Garden, dan sisanya tersebar di hotel-hotel karena memang jarak tempuhnya cukup jauh. Jadi atlet itu diinapkan di hotel yang didesain sebagai Athletes' Village untuk cabang olahraga tersebut, termasuk renang," jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |