Jakarta, VIVA – Pelarian MR alias Bos Gendut, gembong narkoba yang menguasai jaringan di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya berakhir.
Buronan kasus narkoba itu ditangkap BNN di sebuah salon kecantikan di Mangga Besar, Jakarta Barat, Rabu malam, 12 Agustus 2026. MR diciduk setelah petugas membuntutinya sejak meninggalkan Kampung Bahari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigadir Jenderal Polisi Roy Hardy Siahaan mengatakan, MR ditangkap bersama seorang lainnya.
"Berhasil tangkap di salah satu salon kecantikan, kemudian yang bersangkutan bersama dengan seseorang yang sudah kita amankan di BNN," kata Roy kepada wartawan, Kamis, 13 Agustus 2026.
MR diketahui merupakan buronan dalam perkara narkoba sejak November 2025. Namanya mencuat dalam kasus kepemilikan sabu dalam jumlah besar hingga senjata api.
"Salah satu dari gembong narkoba tersebut, yang merupakan buronan terkait dengan kasus narkoba pada tanggal 7 November 2025 atas nama MR atau bos gendut, merupakan gembong narkoba atau bos narkoba yang bercokol di Kampung Bahari," tuturnya.
Dalam perkara tersebut, MR disebut terlibat dalam kepemilikan 98 kilogram sabu, senjata api hingga sejumlah emas batangan. Tak berhenti pada perkara narkoba, BNN juga mengembangkan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan MR.
Hasil pengembangan membawa penyidik pada penyitaan uang tunai dan aset bernilai puluhan miliar rupiah.
"Dari hasil pengembangan terhadap yang bersangkutan, terhadap bos gendut atau MR tersebut, kita sudah bisa mengembangkan TPPU-nya, yang sudah berhasil kita sita. Ada uang cash sebesar Rp1,277 miliar, kemudian dikembangkan dalam beberapa aset yang sudah kita hitung kurang lebih sebesar Rp39,950 miliar," katanya.
Dari pemeriksaan MR, BNN kemudian mendapat informasi mengenai sejumlah orang yang diduga masuk dalam jaringannya. Informasi itu ditindaklanjuti dengan operasi gabungan BNN dan Polda Metro Jaya di Kampung Bahari, Kamis pagi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejumlah barang bukti diamankan dalam operasi tersebut. Di antaranya ganja atau gorilla, uang, senjata api, samurai, peluru, handphone hingga mobil.
Namun operasi tersebut diwarnai perlawanan. Sejumlah loyalis MR disebut menyerang petugas yang melakukan penggerebekan.
Halaman Selanjutnya
"Ada perlawanan dari beberapa loyalis dari MR. Termasuk orang-orang yang bercokol di Kampung Bahari. Sehingga ada salah satu dari anggota kami, anggota Polri, yang terluka di bagian bawah mata," katanya.

1 week ago
9
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

