Beijing, VIVA - BYD dikabarkan kembali memperbesar armada kapal pengangkut mobil untuk mendukung ekspansi penjualan ke berbagai negara. Produsen kendaraan listrik asal China tersebut disebut memesan 10 kapal tambahan yang masing-masing memiliki kapasitas sekitar 9.200 mobil.
Jika seluruh kapal tersebut terealisasi, tambahan kapasitas angkut BYD mencapai sekitar 92.000 car equivalent units (CEU). Disadur VIVA Otomotif dari CNC, Minggu 13 September 2026, jumlah tersebut menunjukkan seberapa serius BYD membangun jalur distribusi sendiri untuk membawa kendaraan buatannya ke pasar internasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Laporan CarNewsChina menyebut pesanan tersebut merupakan bagian dari rencana BYD memperkuat kemampuan ekspor. Kapal-kapal baru itu dikabarkan akan dibangun secara bertahap dan dijadwalkan mulai dikirim antara 2027 hingga 2029.
Dengan tambahan 10 kapal tersebut, armada BYD diproyeksikan bertambah menjadi 18 kapal. Jika seluruhnya memiliki kapasitas yang sama, armada tersebut secara teoritis bisa menyediakan kapasitas lebih dari 130.000 CEU, meski kapasitas masing-masing kapal tidak seluruhnya sama.
Kapal pengangkut mobil berbeda dengan kapal kargo umum karena menggunakan sistem roll-on/roll-off atau RoRo. Kendaraan dapat dikemudikan masuk ke dalam kapal melalui ramp, kemudian dikeluarkan kembali saat tiba di pelabuhan tujuan.
Strategi tersebut menjadi penting bagi BYD karena ekspor kendaraan China terus berkembang. Dengan mengendalikan sebagian infrastruktur logistiknya sendiri, produsen mobil dapat mengurangi ketergantungan pada ketersediaan kapal pengangkut kendaraan dari perusahaan pelayaran pihak ketiga.
BYD sebelumnya telah memperkenalkan beberapa kapal pengangkut kendaraan dengan kapasitas besar. Salah satunya adalah BYD Shenzhen yang mampu mengangkut hingga 9.200 kendaraan dan memiliki panjang sekitar 219 meter.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ekspansi armada ini juga datang ketika BYD semakin agresif memasuki pasar luar China. Selain mobil listrik murni, perusahaan tersebut juga menjual kendaraan plug-in hybrid di berbagai negara, sehingga kebutuhan untuk mengirim kendaraan dalam jumlah besar ke pasar internasional ikut meningkat.
Jika tambahan 10 kapal tersebut benar-benar terealisasi, kapasitas angkut puluhan ribu kendaraan setiap tahunnya akan memberikan BYD fleksibilitas lebih besar dalam mengatur distribusi global. Armada tersebut juga bisa membantu perusahaan mengantisipasi pertumbuhan permintaan di pasar yang jauh dari China.
Halaman Selanjutnya
Meski demikian, informasi mengenai pesanan 10 kapal baru ini masih berasal dari laporan media dan belum menjadi pengumuman resmi BYD. Karena itu, jumlah kapal, kapasitas, maupun jadwal penyerahannya masih dapat berubah.

15 hours ago
3













