China Kehilangan Pengaruh di Amerika Latin Usai Putusan Mahkamah Agung Panama

3 weeks ago 12

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:06 WIB

VIVA – Mahkamah Agung Panama pada akhir Januari membatalkan kontrak yang selama ini memberi izin kepada Panama Ports Company — anak perusahaan firma CK Hutchison berbasis di Hong Kong — untuk mengoperasikan dua pelabuhan di Terusan Panama sejak 1997.

Putusan tersebut menyatakan bahwa undang-undang yang menjadi dasar operasi perusahaan itu bersifat "tidak konstitusional". Keputusan ini muncul sekitar satu tahun setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil alih kendali kanal guna membatasi pengaruh China atas jalur pelayaran strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beijing merespons keras putusan itu dengan menyebutnya "absurd, memalukan, dan menyedihkan", serta memperingatkan bahwa pemerintah Panama akan membayar " harga politik dan ekonomi yang mahal" karena mengeluarkan perusahaan tersebut dari pelabuhan. Banyak pihak menilai keputusan ini sebagai sinyal terbaru bahwa ambisi China di kawasan Amerika Latin mulai kehilangan momentum.

Pengaruh China di Amerika Latin sendiri tergolong fenomena baru. Sejak 1823, ketika Presiden AS James Monroe menyatakan belahan bumi barat tertutup bagi kolonisasi Eropa, Washington secara historis mempertahankan pengaruh kuat di kawasan tersebut. Namun setelah berakhirnya Perang Dingin pada 1991, berkurangnya fokus AS membuka ruang bagi kekuatan baru seperti China untuk memperluas pengaruh ekonomi dan politiknya.

Saat ini, China telah menjadi mitra dagang utama bagi Amerika Selatan dan mitra dagang terbesar bagi Amerika Latin secara keseluruhan. Selain itu, Beijing juga menjadi sumber besar investasi langsung dan pinjaman infrastruktur di kawasan.

Meningkatnya pengaruh China di wilayah yang selama ini dianggap sebagai "halaman belakang" AS memicu kekhawatiran pemerintahan Trump. Setelah operasi penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro pada Januari, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan, "Ini adalah belahan bumi barat. Di sinilah kita tinggal – dan kita tidak akan membiarkan belahan bumi barat menjadi basis operasi bagi musuh, pesaing, dan saingan Amerika Serikat."

Di Washington, pengusiran Panama Ports Company diperkirakan akan dipandang sebagai kemenangan geopolitik. Namun, insiden ini juga berpotensi mendorong negara-negara Amerika Latin untuk meninjau kembali ketergantungan ekonomi mereka pada China.

Halaman Selanjutnya

Selama dua dekade terakhir, Beijing mengucurkan pinjaman besar ke Amerika Latin dan Karibia. Berbeda dengan pinjaman dari Bank Dunia atau IMF yang mensyaratkan reformasi struktural, pinjaman China umumnya memiliki sedikit persyaratan, tetapi sering meminta jaminan pembayaran melalui ekspor komoditas seperti minyak di masa depan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |