China Makin Kuat di Maritim Afrika, Bukan Hanya Bangun Pelabuhan tapi Kuasai Teknologinya

2 weeks ago 18

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:32 WIB

VIVA – Peran China dalam pengembangan infrastruktur maritim Afrika semakin berkembang. Keterlibatan Beijing kini tidak hanya terlihat dari pembangunan pelabuhan, tetapi juga dari penggunaan teknologi digital yang menopang operasional fasilitas tersebut.

Sebuah studi dari Africa Center for Strategic Studies menyoroti semakin luasnya kehadiran perusahaan China dalam jaringan pelabuhan Afrika. Keterlibatan tersebut mencakup kepemilikan, pembiayaan, pengoperasian hingga penyediaan teknologi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan China disebut telah terlibat di hampir sepertiga pelabuhan di Afrika. Selain membangun fasilitas fisik, mereka juga menyediakan perangkat lunak, sistem otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), jaringan komunikasi, hingga platform logistik. 

Perubahan ini dinilai penting karena teknologi digital dapat menciptakan hubungan jangka panjang antara operator pelabuhan dan penyedia teknologi.

Ketika sebuah pelabuhan telah menggunakan sistem tertentu, pengelola membutuhkan pemeliharaan, pembaruan perangkat lunak, dukungan teknis, serta peningkatan sistem secara berkala. Berbeda dengan proyek pembangunan yang memiliki masa pengerjaan tertentu, hubungan berbasis teknologi dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Keterlibatan China juga mencakup infrastruktur yang menghubungkan pelabuhan dengan wilayah pedalaman. Jalur kereta api, jalan raya, gudang, dan koridor logistik turut dikembangkan untuk mendukung arus barang, seperti melansir dari The Mt Kenya Times

Dengan pola tersebut, pelabuhan tidak lagi menjadi fasilitas yang berdiri sendiri. Infrastruktur tersebut terhubung dengan jaringan perdagangan yang lebih luas dan menghubungkan pusat produksi Afrika dengan jalur pelayaran internasional.

Bagi China, jaringan tersebut memiliki nilai ekonomi yang besar karena Afrika merupakan sumber berbagai komoditas seperti minyak, gas, mineral, serta produk pertanian.

Perusahaan teknologi China, termasuk Huawei, juga semakin aktif menawarkan solusi untuk modernisasi pelabuhan. Teknologi yang ditawarkan mencakup infrastruktur digital, otomatisasi, keamanan siber, hingga sistem berbasis AI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi sejumlah pemerintah Afrika, model tersebut memberikan kemudahan karena berbagai kebutuhan teknologi dapat diperoleh melalui satu ekosistem. Namun, penggunaan sistem yang sama dalam jangka panjang juga berpotensi menimbulkan ketergantungan.

Perpindahan ke sistem dari perusahaan lain dapat membutuhkan biaya besar karena operator harus menyesuaikan perangkat, perangkat lunak, serta sistem operasional yang sudah berjalan.

Halaman Selanjutnya

Digitalisasi pelabuhan juga menghasilkan data dalam jumlah besar. Informasi mengenai kapal, kargo, arus barang, dan aktivitas logistik menjadi bagian dari sistem yang semakin terintegrasi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |