China Siap Ambil Alih Keketuaan BRICS pada 2027

20 hours ago 2

Minggu, 13 September 2026 - 15:26 WIB

Beijing, VIVA – Presiden China Xi Jinping mengatakan China siap untuk mengambil alih keketuaan organisasi BRICS serta membuat agenda yang mendukung pembangunan negara-negara Selatan Global (Global South).

"China akan mengambil alih keketuaan BRICS tahun depan dan menjadi tuan rumah Pertemuan Ke-19 KTT BRICS. China akan memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat konsensus dan membuka masa depan bersama, memulai era Dasawarsa Emas ketiga kerja sama BRICS, serta bersama-sama menciptakan masa depan cerah bagi kemakmuran bersama," kata Presiden Xi Jinping dalam sesi pertama KTT ke-18 BRICS di New Delhi, Sabtu 12 September seperti termuat dalam laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA, Minggu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keketuaan BRICS berganti setiap tahun sesuai dengan huruf-huruf akronimnya. Setiap masa jabatan dimulai pada 1 Januari dan berakhir pada 31 Desember tahun tersebut.

Negara yang mendapat giliran untuk memimpin dapat menetapkan prioritas agenda untuk tahun tersebut dan juga menyelenggarakan KTT tahunan serta mengarahkan pertemuan-pertemuan menteri dan kelompok kerja utama.

VIVA Militer: Presiden China, Xi Jinping

Xi menyebut pada 2026 menandakan peringatan 20 tahun kerja sama BRICS dan menjadi wadah kerja sama paling berpengaruh bagi negara-negara berkembang.

"Sebagai barisan terdepan negara Selatan Global, anggota BRICS tetap berpegang pada kemandirian, aktif menjajaki jalur pembangunan masing-masing, serta menjadi contoh bagi negara-negara berkembang lain untuk bersatu dan memperkuat diri," ucapnya.

Selama 20 tahun keberadaan BRICS, Xi mengklaim kelompok tersebut sudah membuahkan banyak hasil, termasuk dalam menghadapi krisis keuangan internasional, pandemi COVID-19, perubahan iklim, dan berbagai tantangan lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"BRICS kini telah memasuki tahap baru pembangunan berkualitas tinggi dalam kerangka 'Kerja Sama BRICS yang Lebih Besar'. Saat ini kekuatan Selatan Global tumbuh semakin kuat dan multipolarisasi dunia tidak dapat dibendung, tapi pada saat yang sama unilateralisme dan politik kekuasaan juga menguat. Negara-negara BRICS harus dengan teguh berdiri mengarahkan tatanan internasional menuju arah yang lebih adil dan rasional," kata Xi.

Presiden Xi pun mengajukan empat usulan dalam pertemuan tersebut yaitu pertama, negara-negara BRICS harus menjadi pelopor dalam mendorong pembangunan inovatif.

Halaman Selanjutnya

"Pada kesempatan ini, saya mengusulkan Inisiatif BRICS tentang pemberdayaan industrialisasi baru melalui kecerdasan buatan (AI). China bersedia bekerja sama dengan semua pihak untuk menghasilkan lebih banyak capaian penelitian, pengembangan, dan penerapan, serta memperdalam kerja sama rantai industri dan rantai pasok," ucapnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |