Deepfake Kini Jadi Ancaman Nyata bagi Perbankan Digital

3 weeks ago 10

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:30 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa dampak besar bagi industri keuangan, terutama dalam mempercepat layanan perbankan berbasis digital. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan baru terkait keamanan data dan identitas nasabah yang kini menjadi perhatian serius pelaku industri.

Isu ini mengemuka dalam ajang 10DX Summit Indonesia 2026 yang digelar di Pullman Jakarta Thamrin CBD pada Selasa, 10 Februari 2026. Forum bertema “The Architecture of Advantage: Building the Next Decade of Indonesian Banking” itu mempertemukan para pemimpin industri perbankan, inovator fintech, regulator, serta pemimpin teknologi untuk membahas arah masa depan perbankan digital di Indonesia maupun global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam forum tersebut, VisionLabs menegaskan eksistensinya dalam ekosistem transformasi perbankan digital global melalui partisipasinya. Kehadiran perusahaan teknologi ini disebut sejalan dengan rencana ekspansi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dalam waktu dekat.

Viola Meiryan, Indonesia Country Director VisionLabs, membawakan topik “From Trust to Growth: How DeepFake Recognition Levels Up Your Experience on Liveness Detection.” Ia memaparkan peran teknologi pengenalan wajah, liveness detection, serta deteksi deepfake dalam membangun kepercayaan nasabah sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis perbankan digital.

“Transformasi perbankan digital bukan hanya soal kecepatan dan kemudahan, tetapi juga tentang kepercayaan," kata Viola, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Kamis, 12 Februari 2026.

"Kami memahami bahwa kebutuhan penggunaan produk biometric bukan hanya cukup Face Recognition dan Liveness detection saja, tetapi juga harus di tambahkan Deepfake detection agar mencegah adanya penyalahgunaan data pribadi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung ” jelas Viola.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

VisionLabs dikenal sebagai perusahaan internasional dengan pengalaman lebih dari 14 tahun dalam pengembangan teknologi pengenalan wajah, tubuh, gestur, dan biometrik. Solusinya telah digunakan di berbagai sektor seperti perbankan, pemerintahan, transportasi, ritel, dan telekomunikasi, dengan implementasi di sejumlah negara, antara lain Rusia, Uni Emirat Arab, Eropa, Amerika, dan Asia.

Secara global, algoritma yang dikembangkan perusahaan ini juga telah mendapat pengakuan internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, VisionLabs disebut menempati peringkat pertama dalam pengujian NIST (National Institute of Standards and Technology) pada berbagai kategori perbandingan biometrik 1:1 dan 1:N. Selain itu, teknologi presentation attack detection miliknya dinyatakan telah memenuhi standar ISO/IEC 30107-3, yang menjadi tolok ukur global dalam pencegahan penipuan biometrik. 

Halaman Selanjutnya

Teknologi tersebut diklaim mampu mengidentifikasi serangan liveness maupun deepfake secara efektif. Melalui partisipasi dalam forum ini, VisionLabs menegaskan posisinya sebagai mitra teknologi strategis bagi industri perbankan dan keuangan dalam membangun sistem digital yang aman, tepercaya, dan berkelanjutan untuk dekade mendatang. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |