Didi Riyadi Geram Timnas Indonesia Penuh Pemain Naturalisasi: Ini Warning Serius untuk PSSI

20 hours ago 6

Minggu, 6 April 2025 - 00:10 WIB

Jakarta, VIVA – Aktor dan musisi Tanah Air, Didi Riyadi memberi tanggapan terkait kritik pedas yang sempat dilontarkan pelatih Timnas Bahrain, Dragan Talajic terkait skuad Timnas Indonesia yang kini didominasi pemain naturalisasi.

Dalam program Catatan Demokrasi tvOne, Didi Riyadi menyatakan bahwa dirinya sepakat dengan ucapan Talajic. Ia menilai saat ini di Skuad Garuda terlalu banyak pemain keturunan Indonesia-Belanda hasil naturalisasi.

“Jujur, terganggu sebenarnya (dengar pernyataan pelatih Bahrain) tapi saya melihatnya ada dua angle. Yang pertama psywar (psychological warfare) untuk mengganggu suasana Timnas dan pelatihnya, di satu sisi gak salah juga,” kata Didi. 

“Dari 300 juta penduduk Indonesia, kenapa kok komposisi (pemain Timnas Indonesia) didominasi pemain naturalisasi,” sambungnya.

Skuad Timnas Indonesia di matchday 7 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Photo :

  • AP Photo/Mark Baker

Lebih lanjut, pria 43 tahun itu juga menyoroti pentingnya pembinaan sepak bola nasional, terutama dalam menggali dan memaksimalkan potensi pemain lokal yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

“Ini sebenarnya menjadi PR penting, anggap aja ini adalah semacam warning. Ayo pemerintah dan PSSI, bagaimana caranya komposisi ini diubah jadi lebih dominan pemain Indonesia daripada pemain naturalisasi,” tegas Didi.

“Saya yakin, di Indonesia banyak banget bibit-bibit atlet (sepak bola) yang luar biasa. Nah, kenapa ini tak bisa dimaksimalkan dan dioptimalkan. Saya yakin, sebenarnya banyak dan bisa, kenapa jadi harus naturalisasi,” lanjutnya.

Pernyataan Didi muncul setelah pelatih Bahrain, Dragan Talajic, mengungkapkan keheranannya terhadap strategi naturalisasi PSSI. Talajic mengatakan, setiap kali menonton Timnas Indonesia, selalu muncul wajah-wajah baru yang sebagian besar berasal dari Belanda dan Inggris.

Pelatih Bahrain, Dragan Talajic

“Setiap menonton, saya melihat ada 2-3 pemain baru, tapi mereka berasal dari Belanda dan Inggris, tidak ada dari Indonesia,” ujar Talajic pada Maret lalu.

Meskipun menyampaikan kritik tajam, Talajic tetap menegaskan bahwa dirinya menghormati kebijakan PSSI dan menganggap naturalisasi sebagai langkah sah dalam sepak bola modern.

“Tapi tidak ada yang salah dengan itu. Kami tetap menghormati Timnas Indonesia, dan kami datang ke sini untuk memenangkan pertandingan,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya

“Saya yakin, di Indonesia banyak banget bibit-bibit atlet (sepak bola) yang luar biasa. Nah, kenapa ini tak bisa dimaksimalkan dan dioptimalkan. Saya yakin, sebenarnya banyak dan bisa, kenapa jadi harus naturalisasi,” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |